SAMPANG, RadarMadura.id – Pembangunan musala Puskesmas Jrengik, Sampang, sedang dikerjakan. Terdapat sejumlah kejanggalan dalam proyek senilai Rp 94,8 juta tersebut.
Di antaranya, kontraktor yakni CV Brahmana Jaya diduga tidak memasang papan informasi proyek. Padahal, pekerjaan sudah berjalan sebulan setengah.
Selain itu, pekerja di lapangan dilengkapi alat pelindung diri atau penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Padahal, papan informasi dan APD pekerja sudah dianggarkan.
Direktur CV Brahmana Jaya Andre Firmansah terkesan mengabaikan upaya konfirmasi yang dilakukan RadarMadur.id. Dia tidak merespon panggilan maupun pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp.
Kepala Puskesmas Jrengik Nur Kamariyah mengatakan, progres pembangunan musala saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Pekerjaan yang tersisa di antaranya pengecatan dan finishing.
”Progresnya sekitar 80 persen. Tinggal pengecatan dan finishing,” katanya.
Baca Juga: Kolaborasi Atasi Kekeringan, Bupati Sampang Dampingi Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Air Bersih
Menurut Nur Kamariyah, pembangunan musala tersebut merupakan usulan dari pengunjung puskesmas. Sebelumnya, Puskesmas Jrengik belum memiliki tempat ibadah khusus bagi pengunjung.
Musala tersebut dibangun di lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai tempat parkir ambulans. Setelah pembangunan dimulai, area parkir ambulans dipindahkan ke lokasi lain.
”Awalnya tidak ada musala. Yang ditempati musala itu sebelumnya tempat parkir ambulans. Jadi tempat parkirnya digeser,” jelasnya.
Dia menyampaikan, pembangunan telah berlangsung sekitar satu setengah bulan. Berdasarkan kontrak, pekerjaan dimulai pada awal Agustus dan ditargetkan selesai akhir Oktober.
Disinggung mengenai penerapan K3, Nur Kamariyah mengaku pernah melihat pekerja menggunakan APD, tapi tidak lengkap.
”Saya pernah melihat ada APD, tapi tidak lengkap. Saya tidak terlalu detail melihatnya,” ujarnya.
Sementara mengenai papan informasi proyek, Nur Kamariyah mengaku tidak mengetahui keberadaan maupun. Padahal, lokasi bangunan musala satu halaman dengan Puskesmas Jrengik. ”Saya tidak tahu,” tukasnya. (bil)
Editor : Anis Billah