SAMPANG, RadarMadura.id – Bupati Sampang Slamet Junaidi mendampingi Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih di Desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, kemarin (17/9). Bantuan tersebut diberikan dalam rangka penanganan bencana kekeringan 2026.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, terdapat 24 kabupaten/kota di Jawa Timur yang mengalami kekeringan. Hal tersebut diketahui berdasarkan surat keputusan (SK) kedaruratan yang telah diterima pihaknya.
”SK kedaruratan tersebut dikeluarkan lantaran beberapa kabupaten/kota mengalami kekeringan,” bebernya.
Menurutnya, masing-masing kabupaten/kota telah mengantisipasi kondisi darurat kekeringan yang terjadi. Salah satunya dengan mengalokasikan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.
”Pemerintah kabupaten/kota juga sudah merealisasikan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan,” ungkapnya.
Orang nomor satu di Jatim itu menyampaikan, kehadiran Pemprov Jatim merupakan bentuk penguatan dan melengkapi upaya yang telah dilakukan Pemkab Sampang. Dengan demikian, kebutuhan air masyarakat diharapkan tetap terpenuhi dengan baik.
Baca Juga: Bupati Lantik Pengurus PMI Kecamatan, Wabup Berharap Jadi Garda Terdepan Menolong Masyarakat
”Selain pemberian air bersih, setiap titik yang kami kunjungi juga diberikan bantuan sembako,” ungkapnya.
Menurutnya, di beberapa titik pihaknya telah mendorong masyarakat untuk melaksanakan salat Istisqa. Namun, di Kabupaten Sampang saat ini masih berlangsung masa panen tembakau.
”Kalau dilakukan salat Istisqa di Sampang, lalu hujan, nanti kualitas tembakau di Sampang akan kurang bagus. Sementara belum dilakukan salat Istisqa,” katanya.
Dia menambahkan, selain pengentasan kekeringan dalam jangka pendek, pihaknya juga memperhatikan penanganan kekeringan dalam jangka panjang. Salah satunya dengan merencanakan pembangunan sumur bor.
”Jangka panjangnya kami kaji dulu di titik-titik potensial untuk dibangunkan sumur bor,” bebernya.
Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Pemprov Jatim, khususnya gubernur, yang telah ikut peduli terhadap kondisi darurat kekeringan di Kota Bahari. Salah satunya dengan turut membantu pendistribusian air kepada warga Kabupaten Sampang.
”Karena bantuan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat Sampang,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Anis Billah