SAMPANG, RadarMadura.id – Pendapatan asli daerah (PAD) berupa Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) listrik Kabupaten Sampang dinilai memiliki potensi besar. Hal itu diungkapkan Komisi II DPRD Sampang, terlebih dapur makan bergizi gratis (MBG) kian menjamur.
Sekretaris Komisi II DPRD Sampang Muhammad Nur Mustaqim mengatakan, target pendapatan daerah semestinya surplus, baik dalam sektor pendapatan dari pajak kendaraan, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2), termasuk potensi pajak PLN.
"PLN semestinya naik karena saat ini ada 148 dapur MBG, apalagi potensi tagihannya sekitar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulan," katanya.Dia melihat potensi PAD semestinya dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah kabupaten (pemkb). Sebab, bisa meningkatkan pendapatan daerah jika dikelola dengan maksimal."Kami optimistis bisa naik dan seharusnya target juga naik. Sebab, potensinya lebih besar dari perhitungan angka," tambahnya.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap, optimalisasi PAD dapat menjadi solusi terhadap kondisi fiskal daerah saat ini, khususnya pasca ada pengurangan transfer ke daerah (TKD) yang dilakukan pemerintah pusat. "Sumber pendapatan itu bisa menjadi tumpuan untuk bisa meningkatkan pelayanan dan pembangunan daerah," ujarnya.
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang Hurun Ien menyampaikan, realisasi PAD PBJT Listrik sampai Agustus baru 73,13 persen dari target sebesar Rp22 miliar."Insyaallah Desember melampaui target," katanya.
Menurutnya, pendapatan realisasi APBD Sampang telah menunjukkan progres yang baik. Sebab, sampai Agustus realisasi pendapatannya telah mencapai 73,80 persen."Ini capaian yang baik karena menduduki peringkat tinggi di Jawa Timur atau peringkat 11 se-Indonesia," tandasnya. (ay/yan)
Editor : Amin Bashiri