SAMPANG, RadarMadura.id – Nasib malang dialami Abdus Syakur. Sebuah bangunan semipermanen milik warga Desa Aeng Sareh, Kecamatan Kota Sampang, itu ludes terbakar Minggu (13/9).
Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Daerah (DPKPD) Sampang Cocok Hadi Sutrisno menyatakan, bangunan semipermanen milik Abdus Syakur yang dilalap si jago merah terbuat dari ayaman bambu.
Bangunan itu biasa dijadikan sebagai tempat merajang dan menyimpan tembakau.
Setelah mendapatkan laporan terjadinya kebakaran, DPKPD menerjunkan personelnya ke lokasi.
Sedangkan armada pemadam kebakaran yang dikerahkan tiga unit.
Butuh waktu sekitar 75 menit bagi tim damkar untuk menjinakkan api yang berkobar hebat.
Cocok menduga, kebakaran itu disebabkan korsleting listrik. Peristiwa itu menyebabkan korban mengalami kerugian hingga Rp 20 juta.
”Karena di dalam, tembakau yang belum dirajang juga ikut terbakar,” imbuhnya.
Pihaknya meminta masyarakat hendaknya tetap waspada terhadap semua potensi yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
”Kami imbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan. Hindari pemasangan kabel dengan arus pendek karena berpotensi korsleting listrik,” ungkapnya.
Mairi selaku Kades Aeng Sareh mengaku masih memiliki ikatan kekerabatan dengan korban.
Sementara tempat penyimpanan tembakau yang terbakar berada di tengah sawah.
”Kami tidak tahu penyebabnya apa. Karena informasinya sudah dalam keadaan terbakar dan di lokasi tidak ada orang sama sekali,” tandasnya. (bai/jup)
Editor : Hera Marylia