SAMPANG, RadarMadura.id – Tahun depan pemerintah pusat berencana menstop impor garam. Karena itu, PT Garam menggenjot produksi di dalam negeri.
Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produksi garam.
Salah satu lokasi industri garam akan dibangun di Kabupaten Sampang. Saat ini, investor asal Tiongkok sedang melakukan survei awal untuk menanamkan modal di Kota Bahari.
Manajer Pergaraman 3 Sampang PT Garam Amiril Mukminin membenarkan terkait rencana pembangunan pabrik garam industri di Kabupaten Sampang.
”Iya benar. Rencananya akan menggunakan teknologi mechanical vapor recompression (MVR),” katanya.
Baca Juga: Polytron Perluas Produk Pintar 2026, Tiga Perangkat Baru Resmi Diperkenalkan dengan AC Voice Control
Amril mengatakan, pembangunan industri garam tersebut sesuai target yang diinginkan oleh pemerintah.
Output yang diharapkan melalui pembangunan industri garam tersebut yakni dalam jangka panjang.
”Tujuan jangka panjangnya yakni agar produksi bisa lebih maksimal,” katanya.
Menurutnya, terdapat investor dari Tiongkok yang bakal berinvestasi untuk pembangunan industri garam tersebut.
Namun, pihaknya belum bisa memastikannya karena masih tahapan survei awal. ”Belum ada yang fixed,” ungkapnya.
Amril menjelaskan, teknologi yang bakal digunakan untuk industri garam tersebut tengah ditelaah.
Pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail terkait industri garam yang rencananya bakal dibangun di Kabupaten Sampang.
”Saat ini masih dalam proses penjajakan investor dan teknologinya,” terangnya.
Baca Juga: Honda Winner Air Makin Berani, Usung DNA CBR1000RR dengan Mesin 149,42 cc dan 6 Percepatan
Direktur Utama PT Garam Persero Abraham Mose menyampaikan, sampai saat ini Indonesia masih melakukan impor garam.
Namun, mulai 2027, pemerintah memutuskan untuk menstop impor garam.
Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia (RI) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menindaklanjuti keputusan tersebut dengan mendorong swasembada garam 2027 dan meningkatkan usaha pergaraman dalam negeri.
”KKP langsung mengambil tindakan untuk stop impor pada 2027. Sehingga, kita wajib membangun industri garam sendiri di dalam negeri,” ujarnya saat melakukan aksi bersih-bersih di Pantai Camplong, Jumat (11/9).
Dia mengutarakan, pembangunan industri garam mulai berjalan. Mulai tahun lalu, KKP tengah membangun ladang garam di Rote. Kemudian akan berlanjut pada lokasi lainnya.
”PT Garam sendiri menerapkan kerja sama dengan Arab Saudi membangun industri garam di Gresik,” tuturnya.
Selain itu, rencananya juga akan ada investor masuk ke Sampang untuk membangun industri garam dengan memanfaatkan air laut.
Baca Juga: New Daihatsu Sigra Hadir dalam Warna Scarlet Red Metallic dan Bawa Apple CarPlay serta Android Auto
Dengan begitu, kebutuhan garam nasional bisa dipenuhi dari dalam negeri.
”Terutama oleh PT Garam, maupun dari garam rakyat dan perusahaan garam lokal negeri,” ungkapnya.
Bupati Sampang Slamet Junaidi mendukung pembangunan industri garam di Kota Bahari.
Dia meyakini kehadiran industri tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, masuknya investor tersebut tidak hanya akan mendongkrak perekonomian daerah, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi warga Sampang.
Pemkab Sampang, lanjut pria yang akrab disapa Aba Idi itu, membuka ruang bagi investor yang ingin menanamkan modal di Sampang, selama memberikan manfaat bagi masyarakat.
”Kami sangat mendukung kegiatan positif PT Garam, saya yakin akan memberikan dampak positif bagi daerah,” ucapnya.
Tepisah, Kabid Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan Sampang Moh. Mahfud menyampaikan, kehadiran investor tersebut berpotensi menyejahterakan petambak garam.
Dia mengaku sedang menyusun proposal kepada investor Malaysia yang juga tertarik mengelola garam di Kabupaten Sampang.
Menurutnya, fokus pengelolaannya pada hasil produksi garam rakyat.
”Untuk yang dari Tiongkok saya baru dengar. Sepertinya dia akan berinvestasi dengan PT Garam (Persero), berbeda dengan investor Malaysia yang langsung ke garam rakyat. Tapi, kami siap jika ada hal yang dibutuhkan,” tukasnya. (bai/bil)
Editor : Hera Marylia