CAMPLONG, RadarMadura.id – Jasad Nurhasan, 53, ditemukan tergeletak bersimbah darah di jalan raya Desa Dharma Camplong, Sampang, kemarin (10/9) dini hari. Dia diduga menjadi korban penganiayaan saat pulang menangkap ikan.
Pria yang diketahui beralamat di Dusun Rosong, Desa Banjar Tabulu, Kecamatan Camplong, itu memakai jaket warna hitam dan sarung. Dia juga menggendong tas berwarna hitam berisi ikan hasil tangkapan. Polres Sampang belum berhasil mengungkap terduga pelaku penganiayaan tersebut.
Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan kejadian penganiayaan yang menyebabkan Nurhasan meninggal dunia. Menurutnya, tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Dusun Pesisir, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang.
Dia mengutarakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (10/9) dini hari sekitar pukul 02.00. Korban hendak pulang ke rumahnya yang baru saja selesai mencari ikan di laut. Dia hendak mengambil motornya di Jalan Kampung, Dusun Pesisir, Desa Dharma Camplong.
”Diduga korban dihadang oleh seorang pria dan langsung dianiaya,” tuturnya.
Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka pada anggota tubuhnya. Di antaranya, luka robek pada kepala bagian kiri, luka robek pipi kiri, robek bahu kanan, dan luka robek pada perut bagian depan. Korban meninggal di TKP. ”Setelah itu dievakuasi menuju RSUD Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang,” ujarnya.
Identitas pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Termasuk motif yang menyebabkan insiden penganiayaan tersebut dilakukan masih belum diketahui pasti. ”Motif dan pelakunya masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” bebernya.
Humas dan Marketing RSMZ Sampang Amin Jakfar Sadik menyatakan, korban sempat dievakuasi ke RSMZ dan dibawa ke kamar jenazah karena dalam keadaan meninggal dunia. Korban dievakuasi ke RSMZ pukul 04.00. Lalu, jenazah dibawa pulang oleh keluarga korban pukul 07.00.
Amin mengatakan, pihaknya hanya bisa melakukan visum luar badan, tidak bisa melakukan visum et repertum. Diketahui, korban mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya. ”Seperti luka robek di kepala, di punggung, dan di perut,” ujarnya.
Amin belum bisa menjelaskan penyebab luka yang dialami korban tersebut. Menurutnya, penjelasan tersebut hanya bisa disampaikan dokter Forensik Polda Jatim. ”Kami tidak tahu itu disebabkan oleh benda tumpul atau benda tajam. Lukanya dalam keadaan terbuka (robek),” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Amin Bashiri