Sudah Ditegur, Kerusakan Dibiarkan, Konsultan Tuding CV Surya Abadi Mokong

Amin Bashiri • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 08:48 WIB
ISTIRAHAT: Seorang pekerja sedang tiduran di teras Polindes Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Sampang, setelah direhab, Kamis (10/9).
ISTIRAHAT: Seorang pekerja sedang tiduran di teras Polindes Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Sampang, setelah direhab, Kamis (10/9).

 

TORJUN, RadarMadura.id – Konsultan pengawas mengaku sudah mengecek hasil pekerjaan rehab Polindes Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Sampang, yang terkesan asal jadi. Kerusakan sudah lama terjadi, tapi belum diperbaiki oleh CV Surya Abadi selaku kontraktor dalam proyek tersebut.

Direktur Diraya Konsultan Agus Hendrianto mengatakan, pihaknya bersama Dinkes KB Sampang meninjau hasil pekerjaan rehab polindes pada Senin (24/8). Pihaknya melihat ada kerusakan pada pekerjaan plafon dan lis.

Dia mengeklaim sudah memberikan teguran kepada pelaksana di lapangan agar segera memperbaiki kerusakan tersebut. Namun, hingga Rabu (9/9), plafon dan lis banyak yang terlihat masih retak. Karena itu, konsultan menuding bahwa kontraktor mokong.

”Iya (dibiarkan). Saat ditegur, alasannya karena kontrak belum berakhir,” ujarnya kepada JPRM.

Agus menjelaskan, kerusakan pada plafon terjadi karena kesalahan saat pemasangan. Menurutnya, penggunaan lem kurang, sehingga plafon dan lis retak. ”Waktu selesai pekerjaan bagus semua. Beberapa hari kemudian, lisnya lepas, kemungkinan karena lemnya kurang,” terangnya.

Dia menilai, pengecatan dinding polindes tidak sempurna. Seharusnya, pengecatan dilakukan minimal tiga lapis. Dia menduga pelaksana hanya melakukan pengecatan satu lapis.

”Pengecetan kurang dari ketentuan, minimal tiga lapis. Waktu pengecatan dikerjakan malam hari, jadi kurang jelas hasilnya,” tuturnya.

Agus menegaskan, pihaknya sudah meminta kontraktor untuk memperbaiki semua pekerjaan yang tidak sempurna tersebut. Sebab, jika tidak diperbaiki, akan berdampak pada proses pencairan anggaran.

”Kami sudah menegur lisan dan tertulis melalui surat. Sebelum serah terima harus diperbaiki semua,” tegasnya.

Direktur CV Surya Abadi Sumiati tidak banyak berkomentar terkait sejumlah pekerjaan yang tidak sempurna tersebut. Dia tidak merespons terkait teguran yang diberikan konsultan pengawas. Dia hanya menyebut bahwa hari ini dilakukan pengecatan ulang. ”Hari ini dicat ulang,” jawabnya singkat.

Sebelumnya diberitakan, pengerjaan rehab Polindes Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Sampang, terkesan asal-asalan. Sejumlah pekerjaan finishing terlihat kurang rapi dan asal jadi. Kondisi itu terlihat pada pekerjaan plafon, plat topi, lisplank, dan pengecatan.

Pada bagian plafon, permukaan terlihat seperti tidak diplamir dengan maksimal sebelum dicat sehingga warna asbes masih terlihat transparan. Sementara pada plat topi, bekas papan begesting masih tampak jelas. Diduga permukaannya tidak diplamir dan langsung dicat.

Persoalan lain ditemukan pada pemasangan lisplank yang terlihat kurang rapi. Pada pekerjaan pengecatan dinding terlihat belang atau tidak rata. (bil)

 

Editor : Amin Bashiri
Polindes Jeruk Porot CV Surya Abadi Mokong