Rehab Polindes Jeruk Porot Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

Amin Bashiri • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 07:26 WIB
SEPI: Kondisi bangunan Polindes Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Sampang setelah direhab, Rabu (9/9).
SEPI: Kondisi bangunan Polindes Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Sampang setelah direhab, Rabu (9/9).

 

SAMPANG, RadarMadura.id – Pengerjaan rehab Polindes Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Sampang terkesan asal-asalan. Sejumlah pekerjaan finishing terlihat kurang rapi dan asal jadi. Kondisi itu terlihat pada pekerjaan plafon, plat topi, lisplank dan pengecatan.

Pada bagian plafon, permukaan terlihat seperti tidak diplamir dengan maksimal sebelum dicat sehingga warna asbes masih terlihat transparan. Sementara pada plat topi, bekas papan begesting masih tampak jelas. Diduga permukaannya tidak diplamir dan langsung dicat.

Persoalan lain ditemukan pada pemasangan lisplank yang terlihat kurang rapi. Pada pekerjaan pengecatan dinding terlihat belang atau tidak rata. Paket kegiatan rehab Polindes Jeruk Porot ini dikerjakan CV Surya Abadi, Kelurahan Gunung Sekar, Sampang.

Direktur CV Surya Abadi, Sumiati tidak memberikan tanggapan terkait pekerjaan rehab polindes yang diduga asal-asalan tersebut. Namun, dia memastikan jika pekerjaan sudah serratus persen.

”Iya, pekerjaan sudah selesai seratus persen,” ujarnya saat dikonfirmasi JPRM, kemarin.

Dia mengutarakan, ada sejumlah item pekerjaan yang masuk dalam rencana anggaran biaya (RAB). Di antaranya, rehab pintu dan jendela, atap, plafon, dan lantai. Sementara, dinding tidak masuk dalam RAB.

”Awalnya, kusen dan pintu kayu diganti galvalum. Kalau lantai hanya sebagian, di ruang tengah saja. Jendela juga hanya bagian depan dan samping kiri, kalua sisi kanan tetap kayu,” tuturnya.

Sumiati mengungkapkan, surat perintah kerja (SPK) terbit pada awal 1 Juli. Kontrak pekerjaan tersebut akan berakhir 14 September mendatang. Karena itu, hasil pekerjaan proyek belum serah terima.

”Belum PHO, masih nunggu jadwal dari pengawas dan dinas,” ungkapnya.

Direktur Diraya Konsultan Agus Hendrianto mengaku sudah memberitahukan kontraktor terkait pekerjaan finishing yang asal-asalan tersebut. Dia meminta pelaksana proyek untuk memperbaikinya. ”Kami sudah sampaikan kepada kontraktornya,” jawabnya singkat. (bil)

Editor : Amin Bashiri
Polindes Jeruk Porot CV Surya Abadi