Metode Pengadaan Konsultan Berbeda, Dishub Pecah Perencanaan PJU, Tapi Pengawasan Dikonsolidasi

Anis Billah • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 18:45 WIB
Grafik Pengadaan konsultan perencanaan dan pengawasan PJU 2026.
Grafik Pengadaan konsultan perencanaan dan pengawasan PJU 2026.

SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang terkesan tidak konsisten dalam menentukan metode pengadaan konsultan pada kegiatan pembangunan penerangan jalan umum (PJU) 2026. Pasalnya, metode pengadaan yang diterapkan untuk konsultan perencana dan pengawas tidak sama.

Pada pengadaan konsultan perencana, dishub memecah menjadi empat paket. Sementara, pada pengadaan konsultan pengawas dikonsolidasi menjadi satu paket. Padahal, semula pengadaan konsultan pengawas dipecah menjadi empat paket (selengkapnya lihat grafik).

Kabid Hubungan Darat Khotibul Umam melalui Kasi Teknis Sarana Prasarana Jalan Khoirul menyampaikan, sejak awal pihaknya merencanakan pengadaan konsultan perencana dan pengawas PJU dipecah menjadi empat paket. Belakangan, ada perubahan pada metode pengadaan salah satu paket konsultan.

Paket pengadaan konsultan pengawas dikonsolidasi dari empat menjadi satu kegiatan. Perubahan ini terjadi pada awal Agustus 2026. Saat itu, konsultan perencana sudah ditetapkan untuk menggunakan metode pengadaan langsung.

”Konsolidasi pemaketan jasa konsultan pengawas karena pekerjaannya sama,” katanya Rabu (2/9).

Baca Juga: Persesa  Sampang Agendakan Seleksi Pemain

Khairul menjelaskan, kebijakan konsolidasi pamaketan konsultan pengawas bagian dari hasil koordinasi dan evaluasi dari kegiatan tahun lalu. Dia mengeklaim telah melakukan evaluasi sebelum penyusunan dokumen perencanaan.

Dia menyebut, ada imbauan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait proses pengadaan. Di antaranya, KPK menyarankan agar paket yang pekerjaannya sama dikonsolidasikan.

”Kami sudah evaluasi untuk PL (pengadaan langsung) ini. Tapi, perencanaan sudah jalan saat ada imbauan konsolidasi pamekatan ini (konsultan pengawas),” terangnya.

Koordinator Bemsa Sampang Iftitahul Elmy menilai, perubahan pemaketan konsultan pengawas berpotensi berdampak pada kinerja di lapangan. Sebab, bisa mengurangi efektivitas kinerja konsultan pengawas. Apalagi, jumlah lokasi pekerjaan yang akan diawasi mencapai 60 titik.

”Efektivitas dan dampaknya pada akuntabilitas hasil pengawasan, apalagi hanya satu penyedia. Saya kira lebih check and balance ada empat konsultan seperti semula,” tandansya. (ay/bil)

Editor : Anis Billah
konsultan pengawasan PJU konsolidasi paket pengawasan Bemsa dishub sampang