Sambut Investor, Diskan Sampang Susun Proposal

Hera Marylia • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 14:02 WIB
PERAS KERINGAT: Pekerja saat menggarap tambak untuk proses produktivitas garam di Jalan Makboel, Kamis (3/9). (AYU LATIFAH/JPRM)
PERAS KERINGAT: Pekerja saat menggarap tambak untuk proses produktivitas garam di Jalan Makboel, Kamis (3/9). (AYU LATIFAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melakukan zoom interaktif dengan calon investor asal Malaysia yang tertarik untuk melakukan pengembangan bisnis di Kota Bahari.

Salah satu yang dibahas adalah sektor produktivitas garam rakyat. 

Merespons hal itu, Dinas Perikanan (Diskan) Sampang menyatakan telah menyusun proposal.

Kabid Perikanan Budi Daya Diskan Sampang Moh. Mahfud mengakui pihaknya tengah menyusun proposal untuk menyambut investor.

Baginya, kedatangan investor akan dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan petani garam.

"Tidak hanya garam, tapi termasuk sapi dan bawang. Kami tawarkan untuk bisa membangun dan diolah di sini," katanya, Rabu (2/9).

Menurutnya, garam memiliki potensi paling menonjol di Kabupaten Sampang.

Luas lahan tambak milik rakyat sebanyak 3.200 hektare menjadikan Sampang sebagai produsen terbesar di seluruh Indonesia.

"Stok garam di Kabupaten Sampang sangat melimpah. Di sisi lain, kebutuhan nasional masih tinggi," tambahnya.

Dijelaskan, pembangunan industrialisasi garam dapat mengurangi biaya produksi petani.

Di antaranya biaya angkut yang selama ini dikirim ke Surabaya. 

Dikatakan, Pemkab berencana akan mengupayakan penetapan kepastian harga garam rakyat melalui kerja sama dengan perusahaan.

"Selama ini harga masih ditentukan oleh pembeli," katanya.

Mahfud tidak memungkiri bahwa harga garam masih dinamis.

Misalnya, saat ini harga garam dipatok Rp 50.000 per sak. 

Sedangkan untuk tambak yang terletak di tepi jalan raya lebih mahal, mencapai Rp 60.000. 

"Ini yang kami harapkan ada penetapan harga," ungkapnya.

Dijelaskan, penyusunan proposal pembangunan industri garam akan segera dituntaskan.

Sebab, pihak ketiga berencana melakukan survei ke lokasi. 

"Pemkab siap menyediakan lahan strategis yang akan menjadi lokasi pembangunan industri," pungkasnya. (ay/yan)

Editor : Hera Marylia
menyusun proposal diskan sampang garam rakyat industri garam investor