SAMPANG, RadarMadura.is – Dinas Pendidikan (Dispendik) Sampang telah mencatat kondisi sekolah yang rusak.
Setidaknya ada ratusan sekolah yang diupayakan mendapatkan revitalisasi dari pemerintah pusat. Namun, sampai sekarang belum ada kabar.
Kabid SD Dispendik Sampang M. Yusuf menyampaikan, usulan revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki kondisi sekolah yang sudah rusak. Jika mengandalkan APBD, anggaran sangat tidak cukup.
”Tahun ini kami mendapat kuota dari pemerintah pusat terkait pengusulan revitalisasi sebanyak 138 sekolah untuk SD,” katanya kemarin (3/9).
Pengusulan ratusan sekolah yang rusak itu berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik). Namun, sampai sekarang belum mendapat jawaban dari pemerintah pusat.
Menurutnya, jika melihat kondisi bangunan sekolah, puluhan lembaga pendidikan tersebut sangat membutuhkan perbaikan.
”Kondisi sekolah yang kami ajukan kerusakannya di atas 60 persen. Banyak yang sudah tidak bisa ditempati,” ungkapnya.
Yusuf mengutarakan, sampai sekarang Pemkab Sampang belum mendapatkan kepastian atas usulan tersebut.
Berbeda dengan tiga kabupaten lainnya. Pada tahap pengumuman terakhir, sudah mendapatkan kuota bantuan revitalisasi.
”Sementara hanya bantuan revitalisasi nonreguler yang saat ini sudah tereksekusi. Ada lima sekolah,” tuturnya.
Menurutnya, dirinya masih menunggu kabar dari pemerintah pusat. Sebab, belum ada satu pun usulan reguler yang diajukan disetujui.
Dirinya berharap pemerintah pusat juga memperhatikan kebutuhan siswa untuk mendapatkan fasilitas yang layak.
”Mereka sudah survei. Namun, setelah ada problem, tidak ada kabar sampai saat ini. Padahal, sudah pengumuman terakhir,” paparnya.
Ketua DPRD Sampang Mahfud menyarankan agar pemerintah daerah melakukan upaya jemput bola.
Sebab, kemungkinan bantuan tersebut belum turun karena masih menunggu giliran.
”Kalau tidak dapat harus bersabar, tetapi kalau masih ada waktu bisa diperjuangkan. Nanti kami bantu,” tandasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Bashiri