SAMPANG, RadarMadura.id – Komunitas Wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Warkop Pak Salim menggelar Lomba Domino Kemerdekaan. Kegiatan tersebut digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI).
Lomba domino yang digelar di Warung Kopi Pak Salim, Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, berlangsung selama tujuh hari. Yakni, mulai Rabu (26/8) hingga Selasa (1/9).
Antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Tercatat sebanyak 3.072 peserta mengikuti lomba yang rutin digelar setiap tahun tersebut. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai pejabat pemerintahan, anggota DPRD, aparat penegak hukum, petani, pedagang, hingga masyarakat umum.
Ketua Panitia Lomba Domino, Nur Hasan, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
”Setiap tahun, kami merayakan HUT RI dengan menggelar Lomba Domino Kemerdekaan,” ujarnya.
Hasan menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari jajaran eksekutif atau organisasi perangkat daerah (OPD), legislatif atau DPRD, aparat penegak hukum, hingga masyarakat umum.
Baca Juga: Dishub Sampang Ubah Pemaketan Pengawasan PJU, Klaim Atas Saran dari Barjas
Menurut dia, ribuan peserta yang mengikuti lomba berasal dari sejumlah wilayah di Sampang. Di antaranya Kecamatan Omben, Sampang, Kedungdung, dan Robatal.
”Pesertanya sebanyak 3.072 orang. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai OPD, DPRD, aparat penegak hukum, petani, pedagang, dan masyarakat umum,” ungkapnya.
Hasan menuturkan, pemilihan Warung Kopi Pak Salim sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Pihaknya ingin menjadikan lomba tersebut sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Dengan begitu, pejabat dan masyarakat dapat duduk bersama, berinteraksi, serta mempererat persaudaraan sebagai sesama warga negara Indonesia. Selain itu, kegiatan ini diharapkan bisa menghidupkan perekonomian para pedagang kali lima di Alun-Alun Sampang.
”Bentuk perayaan kemerdekaan tidak sekadar dilakukan melalui upacara seremonial. Namun, kemerdekaan juga dapat diwujudkan ketika masyarakat dan pejabat bisa duduk bersama, tertawa bersama, serta membangun persaudaraan,” katanya.
Dia berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap terciptanya persatuan, ketertiban, dan kondusivitas di Kabupaten Sampang.
”Kami ingin kebersamaan seperti ini terus terjaga sehingga persatuan dan kondusivitas Sampang tetap terpelihara,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Anis Billah