Dari Semak Belukar Lahir Wisata Pantai Non Malang, Mastuki Ubah Pesisir Kumuh Jadi Destinasi Andalan

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:14 WIB
CERAH: Suasana pengunjung sedang bersantai di wisata Pantai Lon Malang dilihat dari atas gazebo. (MASTUKI UNTUK JPRM)
CERAH: Suasana pengunjung sedang bersantai di wisata Pantai Lon Malang dilihat dari atas gazebo. (MASTUKI UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Dulu, kawasan itu hanya berupa semak belukar. Sampah berserakan di sejumlah titik.

Bahkan, pesisir tersebut sempat menjadi lokasi penambangan pasir ilegal.

Kini, wajahnya berubah. Hamparan pasir putih dan pepohonan cemara menjadikan Pantai Lon Malang sebagai salah satu destinasi wisata yang dikenal masyarakat.

Pantai Lon Malang berada di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang.

Baca Juga: Honda NSX Bekas Ayrton Senna Dilelang dengan Harga Fantastis

Destinasi tersebut dirintis Mastuki bersama pemuda desa dan nelayan sejak 2016.

Bukan sekadar mengejar potensi wisata, langkah itu bermula dari kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

NYAMAN: Tersedia tempat duduk pengunjung untuk bersantai di wisata Lon Malang, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang. (MASTUKI UNTUK JPRM)
NYAMAN: Tersedia tempat duduk pengunjung untuk bersantai di wisata Lon Malang, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang. (MASTUKI UNTUK JPRM)

Owner Pantai Lon Malang Mastuki mengatakan, dirinya bersama pemuda dan nelayan saat itu berinisiatif merawat kawasan pantai.

Mereka membersihkan sampah, menanam pohon cemara, hingga melakukan penanaman terumbu karang.

”Kami ingin melestarikan budaya positif yang ada di desa kami, yakni menjaga alam,” ujarnya.

Baca Juga: Turats Ulama Nusantara Jadi Jejak Keilmuan di Tengah Muktamar

Upaya tersebut tidak langsung mendapat sambutan positif. Mastuki mengaku sempat mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat.

Terutama, mereka yang sebelumnya memanfaatkan kawasan tersebut untuk penambangan pasir.

”Sangat sulit membangun wisata Pantai Lon Malang ini,” katanya.

Namun, penolakan itu tidak membuatnya berhenti. Bersama pemuda dan nelayan, Mastuki tetap membersihkan kawasan pantai.

BERPRESTASI: Bupati Sampang Slamet Junaidi berpose bersama owner wisata Pantai Lon Malang Mastuki (tiga dari kiri) saat menerima penghargaan desa wisata terbaik. (MASTUKI UNTUK JPRM)
BERPRESTASI: Bupati Sampang Slamet Junaidi berpose bersama owner wisata Pantai Lon Malang Mastuki (tiga dari kiri) saat menerima penghargaan desa wisata terbaik. (MASTUKI UNTUK JPRM)

Pada 2016 hingga 2017, penghijauan dilakukan dengan menanam pohon cemara.

Setelah pepohonan mulai tumbuh, sejumlah fasilitas wisata dibangun, seperti gazebo dan tempat duduk.

Perlahan, kawasan yang sebelumnya kumuh mulai berubah. Masyarakat yang datang tidak hanya menikmati keindahan pantai, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Baca Juga: Huawei MatePad Mini Rp8,9 Juta: Ringkas, Layar OLED 120Hz, tapi Bukan Pengganti Laptop

Menurut Mastuki, sejak awal pembangunan, aspek lingkungan menjadi perhatian utama.

Edukasi kepada masyarakat juga dilakukan agar aktivitas menangkap ikan tidak menggunakan alat yang merusak ekosistem laut.

”Tujuan utama pembangunan wisata ini untuk mencegah abrasi, merawat terumbu karang, dan menjaga lingkungan. Manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat,” ungkapnya.

BERLIBUR: Pengunjung saat berkunjung ke wisata Pantai Lon Malang. (MASTUKI UNTUK JPRM)
BERLIBUR: Pengunjung saat berkunjung ke wisata Pantai Lon Malang. (MASTUKI UNTUK JPRM)

Kini, perjuangan selama satu dekade tersebut mulai membuahkan hasil.

Pantai Lon Malang tetap menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menikmati wisata pesisir di kawasan Pantura Sampang.

”Alhamdulillah, lokasi yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan sampah dan penambangan pasir berhasil kami sulap menjadi destinasi wisata yang indah. Saat ini wisata ini sudah dikelola Pokdarwis Putra Lon Malang,” tandasnya. (bai/han)

Editor : Hera Marylia
pemuda dan nelayan wisata pesisir Pantai Lon Malang semak belukar potensi wisata