Ribuan Pelanggan Terdampak Pembatasan Air Perumdam Trunojoyo Sebut Dampak Debit Air Berkurang

Amin Basiri • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:57 WIB
KETERSEDIAAN AIR: Operator Tandon Perumdam Trunojoyo melihat volume di penampungan tandon air di Jalam Imam Bonjol Baru, Rabu (26/8).
KETERSEDIAAN AIR: Operator Tandon Perumdam Trunojoyo melihat volume di penampungan tandon air di Jalam Imam Bonjol Baru, Rabu (26/8).

SAMPANG, RadarMadura.id – Distribusi air kepada pelanggan Perumdam Trunojoyo dibatasi. Hal itu menyusul beredarnya surat pemberitahuan tentang pembatasan dan jadwal pendistribusian air. Ada ribuan pelanggan yang terdampak pembatasan tersebut.

Kabid Teknik Perumdam Trunojoyo Holilurrahman menyampaikan, pengaturan jam operasional pendistribusian air tersebut merupakan yang kedua kalinya. Hal itu dilakukan karena dampak musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya debit air baku di sejumlah sumber.

”Awalnya kami berlakukan sehari on dua kali, tetapi tidak berjalan maksimal. Sekarang kami berlakukan on satu kali sehari dengan durasi lebih panjang,” katanya kemarin (26/8).

Pemberlakuan jam operasional pendistribusian air tersebut dimulai pukul 06.00 hingga 12.00. Artinya, pendistribusian air hanya berlangsung selama enam jam agar bisa dimanfaatkan pelanggan. Pemberlakuan pendistribusian tersebut menjangkau 11 wilayah pelanggan terdampak.

”Wilayah terdampak yakni di Jalan Panglima Sudirman, Imam Bonjol, Delima, Teuku Umar, dan jalan lainnya,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Ilong itu menyebutkan, ada sekitar 3.000 pelanggan yang terdampak. Sebab, sumber mata air dari Glisgis dan Sogian mengalami penurunan debit air. Karena itu, pihaknya terpaksa menerapkan skema pembatasan pendistribusian.

”Sisa waktunya kami gunakan untuk mengisi tandon. Sebab, jika dipaksakan bisa merusak pompa,” terangnya.

Menurutnya, wilayah lain yang sementara ikut terdampak ialah pelanggan di Kecamatan Camplong, khususnya pelanggan dari sumber mata air Prajjan. Sementara itu, pelanggan lainnya dinilai masih aman.

”Hanya mengalami penurunan kualitas air. Selama kemarau airnya agak payau. Tapi sudah mulai ada penurunan, tapi masih aman,” paparnya.

Warga Kelurahan Aji Gunung, Moch. Yusron, mengaku sudah sebulan lebih tidak menggunakan air PDAM. Dia terpaksa membeli air menggunakan tangki karena saluran air yang tersedia tidak sampai ke rumahnya.

”Meskipun pakai konsep jadwal, tetap tidak sampai. Apalagi rumah saya di pojok, sehingga terpaksa kami setetangga membeli air tangki,” pungkasnya. (ay/bil)

Editor : Amin Bashiri
Pembatasan Air sampang Perumdam Trunojoyo