SAMPANG, RadarMadura.id – Tiga desa di Kabupaten Sampang menjadi sasaran program Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa).
Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 604,5 juta (lihat grafis).
Namun, hingga saat ini program yang digulirkan Pemprov Jatim tersebut belum terealisasi.
Penyebabnya, ditengarai masalah administrasi yang tak kunjung rampung. Yaitu, verifikasi para penerima bantuan.
Pj Kades Mandangin Choirul Anam mengaku, salah satu sasaran program Jatim Puspa adalah desanya.
Namun, dampak positif program itu belum dirasakan masyarakat. Sebab, belum direalisasikan.
Sebelum bantuan itu digulirkan, penerima program Jatim Puspa diverifikasi.
Sebab, terdapat beberapa calon penerima yang terindikasi kuat sebagai penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH).
”Sedangkan penerima program ini harus yang bukan penerima program PKH,” katanya.
Anam mengaku sudah selesai melakukan pencocokan data penerima bantuan di desanya.
Hasilnya telah diserahkan kepada Pemprov Jatim. Agar bantuan tersebut segera dicairkan.
”Informasinya saat ini Pemprov Jatim masih meminta data pendukung dari pendamping desa,” ujarnya.
Pihaknya berharap, Pemprov Jatim segera menyalurkan bantuan tersebut sesuai dengan yang telah dianggarkan.
Sehingga, manfaat program tersebut bisa segera dirasakan masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Yudhi Adidarta Karma belum bisa dimintai keterangan terkait program tersebut.
Sebab, saat dihubungi melalui sambungan telepon yang biasa digunakan tidak direspons. (bai/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti