Balita Tewas di Kolam, Polisi Minta Ortu Lebih Waspada

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:32 WIB
BERDUKA: Warga dan anggota Polsek Karang Penang saat berada di sekitar jenazah korban di rumah duka Desa Bluuran, Kecamatan Sampang, Rabu (19/8). (POLRES SAMPANG UNTUK JPRM)
BERDUKA: Warga dan anggota Polsek Karang Penang saat berada di sekitar jenazah korban di rumah duka Desa Bluuran, Kecamatan Sampang, Rabu (19/8). (POLRES SAMPANG UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Suasana Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang, Sampang, pada Rabu (19/8) geger.

Pasalnya, seorang balita tewas tenggelam di kolam atau penampungan air yang ada di ladang warga.

Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa memilukan itu terjadi pada Rabu (19/8) pukul 17.00.

”Korban berinisial F, 4. Korban tewas di penampungan air yang digunakan untuk menyiram tembakau,” katanya.

Menurutnya, sebelum kejadian, kedua orang tua korban pergi ke lahannya. Tujuannya merawat tanaman tembakau.

”Lokasinya berjarak sekitar 100 meter dari TKP kubangan air tersebut,” ungkapnya.

Selang beberapa menit kemudian, lanjut Eko, orang tua korban didatangi oleh kakak korban berinisial U, 15. Kakak perempuan korban merupakan anak disabilitas. 

U memberitahukan kepada orang tuanya bahwa adiknya berada di sekitar kolam penampungan air tembakau.

”Mendapat informasi tersebut, kedua orang tua korban langsung bergegas menuju TKP,” bebernya.

Setiba di tempat penampungan air, F ditemukan dalam kondisi mengapung.

Melihat hal tersebut, orang tua korban langsung mengevakuasinya. 

”Korban sempat dibawa ke bidan terdekat,” ujarnya.

Eko menerangkan, setelah sampai di rumah bidan, F menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun sayangnya, nyawa korban tidak tertolong.

”Korban dinyatakan telah meninggal dunia,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil olah TKP, kubangan air tersebut diketahui selebar 1,5 meter, panjang 2 meter, dan kedalamannya lebih dari satu meter.

”Keluarga menyatakan hal tersebut sebagai musibah dan tidak akan membawa ke ranah hukum,” tegasnya.

Dia menambahkan, F tenggelam karena lepas dari pengawasan orang tua.

Dia mengimbau seluruh orang tua lebih waspada mengawasi buah hatinya. 

”Kami harap orang tua lebih mawas diri menjaga anak-anaknya, terutama saat anak bermain di sekitar kubangan air,” tandasnya. (bai/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
balita tewas kubangan air waspada orang tua kolam