SAMPANG, RadarMadura.id – Tahun ini, Kementerian Pertanian (Kementan) mengucurkan anggaran untuk pengembangan produksi jambu mete.
Di Madura, ada tiga kabupaten yang menjadi sasaran bantuan pengadaan bibit jambu mete tersebut.
Berdasarkan kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) 66098081, tiga kabupaten yang mendapatkan bantuan tersebut yakni Bangkalan, Sampang, dan Sumenep.
Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 3,5 miliar untuk pengadaan 297.000 batang bibit.
Baca Juga: Warga Ancam Tutup Balai, Pasca Usulan Pemberhentian Kades Pesanggrahan Tak Disetujui Pemkab
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang Nurdin menyampaikan, bantuan bibit jambu mete bagian dari tindak lanjut program swasembada pangan.
Khususnya, fokus pada perkebunan sebagai pengembangan komoditas sesuai dengan potensi daerah.
”Sebelumnya Sampang ditawarkan pengembangan tebu, tetapi kami tolak karena tidak sesuai dengan kondisi di sini. Hanya pengembangan jambu mete yang kami terima,” katanya kemarin (18/8).
Dijelaskan, pengembangan jambu mete ditargetkan menyasar lahan seluas 800 hektare.
Perinciannya, 700 hektare untuk peremajaan dan 100 hektare untuk perluasan.
Sasarannya berada di Kecamatan Sokobanah, Ketapang, Banyuates, dan Sampang.
”Untuk perluasan akan kami tempatkan di Kecamatan Ketapang dan Kota Sampang,” terangnya.
Bantuan yang bersumber dari APBN tersebut diberikan dalam bentuk bibit.
Penyalurannya akan dilakukan saat memasuki musim hujan atau sekitar November.
Baca Juga: Semarakkan HUT Ke-81 RI, Kecamatan Lenteng Gelar 20 Rangkaian Lomba Hampir Sebulan Penuh
Pemkab Sampang mendapatkan jatah 8.000 bibit. ”Dari pusat turunnya sudah bibit,” ungkapnya.
Nurdin mengutarakan, saat ini luas lahan produktif jambu mete di Kabupaten Sampang mencapai 4.000 hektare.
Namun, lahan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk mengambil buah dan menjual kacang mete.
Dengan begitu, hilirisasi produk jambu mete belum berjalan.
”Termasuk program ini masih pengembangan komoditasnya. Untuk hilirisasi, tindak lanjutnya terus berjalan,” tuturnya.
Camat Sokobanah Sapta Nuris Ramlan menyarankan, bantuan bibit jambu mete harus berdasarkan kajian agar menyasar lahan potensial.
Menurutnya, tidak semua lahan di Kecamatan Sokobanah cocok ditanami jambu mete.
Selain itu, masyarakat harus dilatih dalam mengolah jambu mete.
”Ya, mungkin diadakan pelatihan membuat sirup jambu mete, abon daging jambu mete, dan keripik jambu mete. Kalau potensi di Kecamatan Sokobanah sedikit, biasanya pattek dijual ke Ketapang dan buahnya ada yang dijual ke pasar,” tandasnya. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti