SAMPANG, RadarMadura.id – Bangunan irigasi yang dikerjakan P3A Sahabat Rakyat banyak yang retak.
Misalnya, pada titik 0 hingga 50 meter dan sejumlah titik lainnya.
P3TGAI yang berlokasi di Desa Pangongsean, Torjun, Sampang, tersebut belum diperbaiki hingga Kamis (13/8).
Asta P3TGAI Torjun Dwi Ario mengakui jika bangunan irigasi yang digarap P3A Sahabat Rakyat termasuk daerah yang didampinginya.
Namun, dia tidak menjelaskan secara detail terkait kapan pekerjaan itu selesai.
Ario menyatakan, pihaknya akan turun langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti kerusakan pada bangunan irigasi tersebut.
Dia mengaku sudah menghubungi pelaksana yang mengerjakan proyek tersebut.
”Besok (hari ini) kita turun ke lokasi. Pelaksana di lapangan siap memperbaiki,” ujarnya singkat.
Pj Kades Pangongsean Moh. Wafik membenarkan jika di desanya ada kegiatan pembangunan irigasi yang dikerjakan P3A Sahabat Rakyat.
Dia mengaku juga dihubungi Asta P3TGAI Kecamatan Torjun agar ikut mengawasi perbaikan program dari BBWS Brantas tersebut.
”Iya, saya dihubungi pendamping. Insyaallah besok bagian yang retak akan diperbaiki,” tuturnya.
Wafik mengeklaim, keretakan bangunan irigasi tidak terlalu besar.
Menurutnya, bangunan yang retak kemungkinan karena faktor alam.
Sebab, lahan bangunan irigasi tersebut tergolong tanah bergerak.
”Apalagi kondisinya panas seperti sekarang. Di sana (lokasi bangunan irigasi) tanahnya juga bergerak, jadi bangunan mudah retak,” klaimnya. (bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti