SAMPANG, RadarMadura.id – Kinerja Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang harus ditingkatkan.
Terutama dalam menyerap pembayaran pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2).
Sebab, capaian sampai sekarang masih rendah, yakni di bawah sepuluh persen.
Plt Kabid Pendapatan BPPKAD Sampang Bambang Indra Basuki mengakui jika capaian PBB-P2 memang rendah.
Baca Juga: Sejumlah Warga Sampang Luput dari Sensus, BPS Sarankan Lapor melalui Hotline Pengaduan
Dirinya mengeklaim tetap berusaha agar target bisa tercapai.
”Sampai kemarin (Selasa, 11/8) capaiannya baru 9,80 persen,” katanya Rabu (12/8).
Target PBB-P2 tahun ini sebesar Rp 7,5 miliar. Artinya, pajak yang terserap baru Rp 735 juta.
Bambang menyebut, capaian ini merupakan akumulasi dari seluruh pembayaran wajib pajak, baik yang mandiri maupun desa.
Dia menjelaskan, rendahnya capaian pajak disebabkan terlambatnya pendistribusian surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) kepada wajib pajak.
Itu terjadi karena adanya penyesuaian pemberlakuan tarif tunggal untuk pembayaran. Sehingga, SPPT baru bisa didistribusikan akhir Juni.
”Makanya kami perlu melakukan penyesuaian,” terangnya.
Bambang mengutarakan, dirinya berupaya melakukan langkah jemput bola dengan cara sosialisasi.
Baca Juga: Harga Garam Kian Anjlok, Petani Muda Desak Pemerintah Beri Perlindungan Berkelanjutan
Setidaknya, ada dua desa di wilayah utara Sampang yang mendapat sosialisasi mengenai pembayaran pajak tersebut. Kegiatan ini permintaan dari desa.
Menurutnya, capaian PBB-P2 dari desa memang rendah.
Bahkan, belum ada desa yang secara progres pembayarannya mencapai 100 persen.
”Itu sudah menjadi atensi setiap rapat dan akan dilakukan evaluasi setiap bulan,” ungkapnya.
Camat Banyuates Moh. Imam menyampaikan, capaian PBB-P2 memang rendah, bahkan tidak sampai satu persen.
Masyarakat merasa pembayaran pajak tahunan tersebut ditanggung kepala desa karena ada janji politik.
”Kami akan berusaha mengubah mindset masyarakat bahwa kewajiban itu perorangan, bukan kepala desa. Ini yang sedang kami sosialisasikan untuk kesadaran masyarakat,” tukasnya. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti