SAMPANG, RadarMadura.id – Tidak semua masyarakat Kabupaten Sampang sudah didata oleh petugas sensus ekonomi (SE). Buktinya, sejumlah warga luput dari pendataan.
Padahal, waktu pelaksanaan sensus tinggal menghitung hari karena ditargetkan selesai Senin (31/8).
Warga Kecamatan Jrengik E (inisial) mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya kegiatan sensus ekonomi yang dilaksanakan BPS.
Namun, hingga saat ini pihaknya belum didatangi petugas SE yang bertugas.
Baca Juga: Harga Garam Kian Anjlok, Petani Muda Desak Pemerintah Beri Perlindungan Berkelanjutan
”Saya warga Desa Margantoko, sampai detik ini belum dilakukan SE oleh petugas,” katanya.
Menurutnya, secara teknis seharusnya petugas SE melakukan sensus dari rumah ke rumah (door-to-door).
Dengan begitu, data yang diperoleh benar-benar valid dan sesuai fakta.
Pihaknya curiga petugas SE di wilayah Kecamatan Jrengik, khususnya di Desa Margantoko, tidak turun ke lapangan.
Pendataan oleh petugas SE diduga dilakukan di satu tempat tertentu.
”Padahal, SE ini sangat penting, karena jangka panjangnya akan menjadi parameter penentu kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Dia menambahkan, petugas SE digaji oleh negara untuk melakukan sensus.
Pihaknya menyayangkan jika petugas SE tidak turun ke lapangan, karena secara teknis itu menyalahi aturan.
Pendapat yang sama juga disampaikan I (inisial), warga Kecamatan Sokobanah. Sampai saat ini dia mengaku tidak pernah didatangi petugas SE di wilayah Kecamatan Sokobanah.
”Sebagai kepala keluarga, saya pastikan sampai sekarang tidak ada petugas SE yang melakukan sensus ke rumah,” tegasnya.
Dia berharap petugas SE menjalankan tugas secara profesional. Yakni melakukan sensus dan turun ke lapangan mendatangi rumah warga.
”Mereka sudah digaji oleh negara,” ujarnya.
Kepala BPS Sampang Boby Eko Heru Mulyadi mengatakan, petugas SE mulai turun ke rumah warga pada Selasa (15/6) hingga Senin (31/8). Menurutnya, saat ini petugas SE masih proses turlap.
Dia menjelaskan, pendataan berdasarkan prelist SE sudah mencapai 90 persen.
Namun, ada beberapa bangunan baru yang juga harus dilakukan pendataan oleh petugas.
”Sehingga persentasenya saat ini secara keseluruhan kurang lebih 70 persen,” terangnya.
Dia menambahkan, saat ini tersisa sekitar 73.000 yang belum didata. Pendataan sedang diproses oleh petugas SE di lapangan.
”Jika masyarakat masih belum dilakukan SE, diharapkan melapor kepada kami melalui hotline pengaduan BPS,” tandasnya (bai/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti