Lagi, Bangunan Irigasi di Sampang Dibongkar, P3TGAI Pangongsean Disebut Nabrak Pohon

Anis Billah • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:09 WIB
MINTA DIPERBAIKI: Asta P3TGAI Kecamatan Torjun Arif Rahman minta penanggung jawab pelaksanaan Hippa Ken Arok Markuat (pakai sarung) memperbaiki bangunan yang retak disaksikan TPM Faizatul Mukarromah, di Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Sampang, Selasa (11/8). (ARIF RAHMAN UNTUK JPRM)
MINTA DIPERBAIKI: Asta P3TGAI Kecamatan Torjun Arif Rahman minta penanggung jawab pelaksanaan Hippa Ken Arok Markuat (pakai sarung) memperbaiki bangunan yang retak disaksikan TPM Faizatul Mukarromah, di Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Sampang, Selasa (11/8). (ARIF RAHMAN UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Bangunan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Kabupaten Sampang kembali dibongkar. Kali ini, pembongkaran dilakukan pada bangunan di daerah irigasi Pangongsean, Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Sampang.

Program yang dikerjakan Hippa Ken Arok itu dibongkar karena bangunan irigasinya menabrak pohon. Pantauan koran ini, terdapat dua titik bangunan yang menabrak pohon. Sementara itu, di satu lokasi terlihat bekas pohon yang telah ditebang.

Asisten Tenaga Ahli (Asta) P3TGAI Kecamatan Torjun Arif Rahman mengecek langsung hasil pekerjaan Hippa Ken Arok tersebut kemarin. Dia membenarkan adanya bangunan yang menabrak pohon. Selain itu, ditemukan sejumlah bagian bangunan yang retak.

Dia mengaku sejak awal telah menginstruksikan agar bangunan irigasi tidak dibangun dengan menabrak pohon. Pelaksana berdalih pemilik pohon tidak mengizinkan pohonnya ditebang. Karena itu, Arif meminta bangunan tersebut digeser.

”Bangunan yang nabrak pohon saya minta digeser semua. Bangunan yang kena pohon dibongkar dan digeser, lalu dibangun ulang,” tegasnya.

Baca Juga: Wabup Sampang Lepas Peserta Lomba Gerak Jalan, Ajak Masyarakat Syukuri Momen Kemerdekaan RI

Berkaitan dengan bangunan yang retak, Arif menjelaskan bahwa kerusakan tersebut terjadi karena faktor alam. Sebab, lahan di lokasi tersebut tergolong tanah bergerak.

Dia juga membandingkan bangunan irigasi yang baru selesai dikerjakan dengan rumah warga sekitar yang terlihat retak. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi tanah di lokasi bangunan irigasi tersebut memang tergolong tanah bergerak.

”Keretakan di lokasi Hippa Ken Arok karena faktor alam, tapi tetap diperbaiki. Tindakan perbaikan insyaallah dalam minggu ini,” janjinya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli (TA) P3TGAI Sampang mengecek lokasi pembangunan irigasi di Desa Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong, Sabtu (8/8). Dia meninjau pekerjaan tersebut didampingi Asta P3TGAI Kecamatan Camplong Dwi Aryo.

Hasil monitoring menunjukkan terdapat pekerjaan saluran tanpa galian, yakni pada saluran yang mengarah ke sisi selatan. Karena itu, mereka meminta pelaksana membongkar bagian tersebut karena dibangun tanpa fondasi.

”Iya, tak suruh bongkar itu,” kata Aryo saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura (JPRM). (bil)

Editor : Anis Billah
P3TGAI Sampang Hippa Ken Arok dibongkar Desa Pangongsean