BOGOR, RadarMadura.id – Bupati Sampang Slamet Junaidi terus melakukan langkah strategis untuk memperkuat pembangunan berbasis data.
Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan dan rencana kerja di Gedung BIG, Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8).
Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan, kerja sama tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkab Sampang. Terutama dalam memperkuat pemanfaatan informasi geospasial untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah.
”Data geospasial yang akurat diharapkan mampu menjadi fondasi pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” katanya.
Baca Juga: Jaga Profesionalisme, BKPSDM Sumenep Minta ASN Bijak Bermedia Sosial Saat Jam Dinas
Pria yang karib disapa Aba Idi itu menegaskan pentingnya penguatan data dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kerja sama dengan BIG diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan.
”Pemanfaatan informasi geospasial dapat menjadi instrumen penting dalam proses perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi pembangunan di Kabupaten Sampang,” katanya.
Bupati mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi Pemkab Sampang. Dengan dukungan data geospasial yang terintegrasi, pemerintah daerah memiliki basis informasi yang lebih kuat dalam memahami kondisi wilayah.
”Sehingga bisa dengan mudah melihat kondisi wilayah secara komprehensif,” bebernya.
Sekretaris Utama BIG Belinda Arunarwati Margono menyampaikan, pihaknya berkomitmen mendukung Pemkab Sampang dalam memperkuat pemanfaatan informasi geospasial. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin berbasis data.
Baca Juga: Mau Ganti Mobil di GIIAS 2026? OLXmobbi Siapkan Trade-in dan Cashback hingga Rp35 Juta
"Kolaborasi Pemkab Sampang dan BIG diharapkan mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin berbasis data,” tegasnya.
Menurutnya, kerja sama tersebut membuka peluang bagi Sampang untuk mengoptimalkan informasi mengenai wilayah dan potensi daerah. Data tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung tata ruang, pembangunan infrastruktur, serta berbagai kebutuhan perencanaan lainnya.
”Penandatanganan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pembangunan daerah agar semakin terukur, terarah dan berbasis informasi yang akurat,” tandasnya. (bai/dry)
Editor : Hendriyanto