Angin Kencang Diprediksi Sampai Pekan Depan

Amin Basiri • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:00 WIB
BERHARAP SELAMAT: Penumpang saat berada di atas kapal menuju Pulau Mandangin, Senin (10/8).
BERHARAP SELAMAT: Penumpang saat berada di atas kapal menuju Pulau Mandangin, Senin (10/8).

SAMPANG, RadarMadura.id – Sejumlah guru dan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Pulau Mandangin harus bersabar menghadapi cuaca buruk selama Agustus. Kapal yang biasa mereka tumpangi kerap diterjang ombak besar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang memprediksi kondisi tersebut berlangsung hingga pekan depan.

Kepala UPTD SDN Pulau Mandangin 1 Mohammad Hosen menyampaikan, perjalanan menuju Pulau Mandangin hampir setiap hari dia tempuh. Menurutnya, perubahan cuaca ekstrem selama Agustus sudah biasa dihadapi.

”Kalau ada angin, pasti ombak besar. Kadang, sekalipun tidak ada angin, ada ombak. Seperti tadi (kemarin), ombaknya besar,” katanya kemarin (10/8).

Hosen mengaku, terkadang khawatir ketika cuaca tidak bersahabat. Terlebih, kapal yang dikontrak untuk membawa guru dan nakes tidak menyediakan alat keselamatan yang memadai. Karena itu, dirinya hanya bermodal doa selama perjalanan.

”Masalah pelampung tidak ada, padahal Pemkab telah memberikan bantuan pelampung,” tambahnya.

Menurutnya, bantuan pelampung yang ada justru diberikan kepada kapal komersial lainnya. Sementara itu, kapal yang biasa digunakan guru dan nakes tidak pernah mendapatkan bantuan tersebut. Dirinya berharap bantuan bisa diberikan kepada seluruh penumpang, termasuk ASN yang sedang mengabdi di Pulau Mandangin.

”Jadi kami berangkat tergantung pandigah (pemilik kapal). Kalau dijemput, kami berangkat. Kami berharap ada bantuan pelampung dan kapal kecil untuk mengantarkan kami ketika air surut di Camplong,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Puskesmas Mandangin Rina Dwiyanti. Dia menyampaikan, kapal yang digunakan untuk perjalanan tidak dilengkapi alat keselamatan bagi penumpang. Karena itu, dirinya terpaksa membawa alat pelampung sendiri ketika cuaca ekstrem.

”Karena saya memikirkan keselamatan dan lebih aman,” katanya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin menyampaikan, kondisi angin kencang masih berpotensi terjadi selama satu pekan ke depan. Ketinggian gelombang diprediksi mencapai 1,4 meter dari permukaan air normal. Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi potensi angin kencang selama Agustus.

”Pemilik kapal lebih tahu dari kami karena sudah berpengalaman, meskipun mereka jarang menyediakan pelampung bagi penumpang. Namun, itu kewenangan Dishub untuk mengingatkan,” tandasnya. (ay/bil)

Editor : Amin Basiri
cuaca buruk sampang pulau mandangin nakes