SAMPANG, RadarMadura.id – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang menuai sorotan dari wakil rakyat.
Sebab, ditemukan sejumlah masalah pelayanan di rumah sakit pelat merah milik Pemkab Sampang itu.
Antara lain, adanya pasien rawat inap (ranap) yang berhari-hari dirawat di ruang instalasi gawat darurat (IGD).
Kemudian, antrean panjang di ruang farmasi dan beberapa catatan penting lainnya.
Problem tersebut diketahui saat Komisi IV DPRD Sampang melakukan inspeksi mendadak (sidak) Senin (10/8).
Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud menyatakan, sidak yang dilaksanakan bentuk pengawasan terhadap mitra kerjanya.
Khususnya, yang berkaitan dengan pelayanan publik. Alhasil, terdapat beberapa masalah yang menjadi catatan penting internalnya.
Antara lain, adanya pasien ranap yang menjalani perawatan di IGD hingga dua hari. Kondisi itu diklaim akibat penuhnya kapasitas kamar rawat inap. Sehingga, pasien terpaksa menjalani perawatan di IGD.
”Beberapa pasien masih menunggu karena bed (tempat tidur di ruang ranap) masih full,” ujarnya.
Temuan lainnya juga terjadi saat wakil rakyat mendatangi salah satu ruang ranap. Dewan terkejut saat menemukan beberapa pasien menjalani perawatan di lorong ranap. Alasannya sama, yaitu ruang ranap penuh.
”Ternyata di lorong-lorong juga ada pasien yang antre,” ujarnya.
Politikus asal Kecamatan Tambelangan itu menyayangkan pelayanan RSMZ yang dianggap ambruradul.
Sebab, kondisi tersebut mengganggu kenyamanan pasien beserta keluarganya.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong RSMZ segera melengkapi hal-hal yang menjadi catatan penting, terutama mengenai sarana dan prasarana pasien.
”Mereka sudah ada rencana pembangunan ruang inap dengan kapasitas 40 bed untuk segera dilengkapi,” imbuhnya.
Persoalan lain yang turut menjadi sorotan adalah pelayanan farmasi di rumah sakit.
Saat meninjau, rombongan Komisi IV menemukan antrean panjang di depo obat. Problem tersebut menyebabkan pelayanan tak maksimal.
”Berbagai masalah itu masuk catatan kami untuk dievaluasi,” ungkapnya.
Humas RSMZ Sampang Amin Jakfar Sadik menyatakan, beberapa persoalan yang menjadi temuan wakil rakyat saat sidak akan segera ditindaklanjuti.
Namun yang pasti, lembaganya tak membeda-bedakan pasien.
”Kalau pelayanan jangan ditanya, semua sama. Semoga apa yang menjadi rencana kami terealisasi (penambahan ruang inap),” katanya. (ay/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti