SAMPANG, RadarMadura.id – Wakil Bupati (Wabup) Sampang Ahmad Mahfudz menghadiri kegiatan Pelatihan Mushaf Qur'an Isyarat yang digelar oleh Komunitas Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Sampang, Sabtu (8/8).
Kegiatan bertajuk "Membuka Pintu Cahaya Al-Qur'an Tanpa Suara" yang digelar di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Sampang itu diharapkan tidak ada lagi warga Sampang yang tertinggal dalam membaca Al-Qur'an.
Wabup mengatakan, pihaknya merasa bahagia atas terlaksananya kegiatan tersebut.
Sebab, kegiatan pelatihan mushaf Al-Qur'an tersebut dihadiri oleh warga Sampang yang istimewa, yaitu tunarungu.
"Kami bangga bisa menghadiri kegiatan ini bersama para tunarungu. Kami yakin bahwa Allah menciptakan makhluk-Nya tanpa ada kekurangan. Mungkin Tuhan memberikan keistimewaan lain pada tunarungu yang mengikuti kegiatan ini," ujarnya.
Pihaknya mengajak warga yang mengalami tunarungu untuk tetap percaya diri menjalani kehidupan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang akan selalu mendukung semua kegiatan untuk kebaikan masyarakat Sampang.
"Selaras dengan tujuan Pancasila, pemerintah berkewajiban memfasilitasi keadilan sosial bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Sampang," ujarnya.
Menurutnya, salah satu dukungan fasilitas pemkab terhadap penyandang disabilitas tunarungu adalah mempersilakan mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Gerkatin dengan memanfaatkan bangunan milik Pemkab Sampang.
Serta, dapat mengikuti pelatihan ke depan yang dilaksanakan oleh Disnaker Sampang.
"Melalui organisasi perangkat daerah (OPD), pemkab berkomitmen terus memfasilitasi penyandang disabilitas agar menjadi lebih baik," ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Lora Mahfudz itu mengatakan, pemerintah pusat Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah mencetuskan Al-Qur'an ramah disabilitas.
Sehingga tidak ada lagi alasan untuk tertinggal membaca Al-Qur'an.
"Kami pastikan kaum disabilitas di Kabupaten Sampang tidak termarginalkan. Jangan pernah berkecil hati, never give up, dan tetap berusaha melakukan yang terbaik," tandasnya. (bai/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti