SAMPANG, RadarMadura.id – Jumlah lokasi P3TGAI Kabupaten Sampang mencapai ratusan. DPRD Kabupaten Sampang menilai pengawasan pelaksanaan program tersebut lemah.
Dia mencontohkan pekerjaan di lokasi Desa Dharma Tanjung yang dibongkar karena pekerjaan galian tidak sesuai spesifikasi teknis.
Ketua Komisi III DPRD Sampang Baihaki mengatakan, pihaknya sudah mendengar adanya P3TGAI yang berlokasi di Kota Bahari.
Menurutnya, program ini bagus untuk memenuhi kebutuhan air di area pertanian.
Namun, ada sejumlah laporan yang diterima bahwa pelaksanaan pekerjaan di lapangan tidak maksimal.
Misalnya, bangunan irigasi baru selesai dikerjakan tapi sudah retak, pekerjaan fondasi tidak sesuai spesifikasi teknis, dan yang lainnya.
”Seperti di Desa Dharma Tanjung, itu harus dikawal betul pekerjaannya,” ujar pria yang juga menjabat Ketua Fraksi PKB itu.
Baihaki menyampaikan, di setiap lokasi pekerjaan P3TGAI sudah ada tenaga pendamping masyarakat (TPM) yang mengawal agar program tersebut dilaksanakan sesuai RAB.
Jika pekerjaan ditemukan bermasalah, itu mengindikasikan bahwa pengawasan dan pendampingan dari TPM tak maksimal.
”Jika pendamping kinerjanya maksimal, pasti tahu di lokasi galian itu sesuai atau tidak. Makanya, kami mendorong agar dievaluasi, baik pelaksana dan pendampingnya,” pintanya.
Total lokasi P3TGAI Sampang tahun ini mencapai 222 titik.
Baihaki meminta pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap semua pekerjaan yang melekat di BBWS Brantas tersebut.
Artinya, tidak menunggu adanya laporan dari masyarakat baru ditindaklanjuti.
”Ini memang bukan program dari daerah, tapi kan dampaknya ke masyarakat Sampang. Makanya, kalau perlu cek semua lokasi mumpung masih dalam tahap pengerjaan,” sarannya.
Asisten Tenaga Ahli (Asta) P3TGAI Kecamatan Camplong Dwi Aryo menyatakan, pihaknya sudah meminta klarifikasi kepada TPM di lokasi Desa Dharma Tanjung.
Menurutnya, TPM tersebut rutin ke lokasi untuk melakukan pendampingan, pengawasan, dan memberikan arahan teknis kepada pekerja.
”Namun, kendala di lapangan memang kerap terjadi pada pihak pekerja atau tukang yang kurang mengindahkan instruksi dan arahan yang sudah disampaikan oleh TPM,” kelitnya.
Pihaknya sudah menekankan kepada tim di lapangan agar bagian yang tidak sesuai segera dibongkar dan diperbaiki sesuai spesifikasi teknis.
Aryo juga berjanji akan memperketat pengawasan sesuai saran dari DPRD Sampang.
”Catatan dan masukan dari anggota DPRD ini tentu kami terima dengan baik sebagai bahan evaluasi. Kami akan memperketat pengawasan ke depannya,” janjinya. (bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti