SAMPANG, RadarMadura.id – Sepanjang 2025, bencana alam melanda Kabupaten Sampang. Akibatnya, sejumlah fasilitas umum (fasum) mengalami kerusakan. Tercatat, puluhan titik kini diajukan untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sampang Aang Djunaidi menyampaikan, peristiwa bencana alam sepanjang 2025 cukup banyak.
Namun, pemerintah daerah baru mampu menangani satu titik. Yakni, pembangunan jembatan di Desa Karang Penang Oloh, Kecamatan Karang Penang.
”Sumbernya melalui biaya tidak terduga (BTT), karena anggarannya terbatas,” katanya Kamis (30/7).
Dia
menjelaskan, pada tahun lalu terdapat 25 titik fasilitas yang rusak akibat angin kencang, longsor, dan bencana lainnya. Berdasarkan hasil asesmen, puluhan titik tersebut masuk skala prioritas dan semestinya mendapat bantuan rehabilitasi.
”Ada yang berupa pelengsengan, longsor, pondok ambruk, dan puting beliung,” tambahnya.
Karena keterbatasan anggaran APBD, sejumlah titik tersebut kemudian diajukan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Berdasarkan rekapitulasi sebelumnya, total terdapat sekitar 70 titik yang saat ini masih dalam proses pengajuan.
”Sementara masih kami ajukan,” paparnya.
Menurutnya, pihaknya masih menunggu kepastian bantuan dari Pemprov Jatim. Untuk saat ini, BPBD Sampang masih fokus terhadap pembangunan jembatan yang telah dianggarkan tahun ini.
”Untuk tahun ini kami juga belum dapat dari provinsi,” pungkasnya. (ay/han)
Editor : Amin Basiri