P3TGAI Dharma Tanjung Berpotensi Dibongkar, Tenaga Ahli Bakal Kroscek Pekerjaan Pondasi

Anis Billah • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:51 WIB
BELUM SELESAI: Kondisi proyek irigasi P3TGAI 2026 di Desa Dharma Tanjung, Camplong, Sampang, Rabu (5/8). (ANIS BILLAH/JPRM)
BELUM SELESAI: Kondisi proyek irigasi P3TGAI 2026 di Desa Dharma Tanjung, Camplong, Sampang, Rabu (5/8). (ANIS BILLAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Pembangunan irigasi di Desa Dharma Tanjung terindikasi tidak sesuai spesifikasi teknis. Karena itu, proyek yang dikerjakan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Laskar Bahari berpotensi dibongkar.

Pantauan media ini pada Rabu (5/8), pekerjaan yang berlokasi di Dusun Pandiyan tersebut belum selesai. Pada bagian pondasi, galian diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Selain itu, terdapat saluran yang mengarah ke kawasan permukiman warga. Pada saluran tersebut, sebagian batu yang dipasang diduga merupakan batu bekas. Di lokasi yang sama juga terdapat bekas bangunan irigasi yang telah rusak.

Ketua P3A Laskar Bahari Elmon mengklaim progres pekerjaan telah mencapai 70 persen. Dia membantah tudingan bahwa pondasi bangunan irigasi yang dikerjakan tidak digali.

"Pekerjaan tinggal 30 persen. Di sisi timur masih tersisa sekitar lima meter yang belum selesai, termasuk plesteran," klaimnya.

Baca Juga: Ratusan Napi Diajukan Remisi, Rutan Sampang Nunggu Keputusan Ditjenpas

Elmon menjelaskan, saluran yang mengarah ke sisi selatan merupakan kelanjutan bangunan irigasi. Sebab, pada bagian timur saluran tersebut mentok di lahan milik warga. Menurutnya, hal itu sudah dikonsultasikan dengan pendamping, termasuk terkait penggunaan batu bekas di lokasi tersebut.

"Saya sudah konsultasi dengan pendamping," tegasnya.

Tenaga Ahli (TA) P3TGAI Sampang Roif Fitrianto menyatakan, pihaknya akan mengecek langsung lokasi proyek P3TGAI di Desa Dharma Tanjung. Apabila ditemukan tidak ada galian pondasi, pihaknya akan meminta pekerjaan tersebut dibongkar.

"Kalau tidak ada galian pondasi, itu keliru. Secara teknis, kedalaman pondasi minimal sepertiga dari tinggi bangunan," tegasnya.

Roif juga menyoroti sambungan bangunan irigasi yang mengarah ke sisi selatan. Menurutnya, apabila ujung saluran tersebut berakhir di kawasan permukiman warga, maka bagian tersebut akan dikategorikan sebagai pekerjaan swadaya.

"Karena itu, nanti sambungannya akan kami rekomendasikan ke lokasi lain," terangnya. (bil)

Editor : Anis Billah
P3TGAI Sampang Berpotensi Dibongkar Desa Dharma Tanjung P3A Laskar Bahari