Diduga Gunakan Batu Kapur,Pembangunan P3TGAI Desa Taddan Mulai Retak

Amin Basiri • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 08:33 WIB
SEPI: Sisa bangunan irigasi di lokasi pembangunan P3TGAI 2026 belum dibongkar di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang, Selasa (3/8).
SEPI: Sisa bangunan irigasi di lokasi pembangunan P3TGAI 2026 belum dibongkar di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang, Selasa (3/8).

 

CAMPLONG, Jawa Pos Radar Madura – Pembangunan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang, dikabarkan sudah rampung. Sayangnya, hasil pekerjaan yang digarap P3A Sey Jaya tersebut terindikasi tidak sesuai dengan spesifikasi teknis karena diduga menggunakan batu kapur.

Selain itu, Jawa Pos Radar Madura (JPRM) melihat kondisi irigasi banyak yang retak. Misalnya, di titik lokasi 150 meter, sebelum titik 175 meter dan sejumlah titik lainnya. Di lokasi yang sama, koran ini juga melihat ada sisa bangunan irigasi yang lama, tapi belum dibongkar.

Asta P3TGAU Kecamatan Camplong Dwi Ario mengatakan, informasi dari tenaga pendamping masyarakat (TPM), pekerjaan irigasi di Desa Taddan sudah selesai seratus persen. Namun, pihaknya belum mengecek hasil pekerjaannya.

”Belum serah terima, kami juga belum ngecek ke lokasi dan belum mengukur 100 persen. Tapi, laporan dari TPM sudah selesai (pekerjaannya),” katanya.

Dwi mengutarakan, keretakan halus pada lapisan permukaan proyek tersebut menjadi catatan dirinya. Pihaknya akan meminta P3A Sey Jaya untuk memperbaikinya. Menurutnya, masih ada waktu untuk memperbaiki bagian yang retak tersebut.

”Kami sampaikan bahwa pekerjaan tersebut masih berjalan. Hari ini akan diinstruksikan perbaikan atau revisi kepada pihak P3A,” tuturnya.

Berkaitan dengan pasangan batu, Dwi mengeklaim, batu yang digunakan pada proyek di daerah irigasi Sungai Prajjan itu sesuai dengan spesifikasi teknis. Yakni menggunakan batu gunung atau batu belah. Dia mengaku tidak mengenal istilah sirtu.

”Harusnya ada uji lab untuk menguji batu. Di pekerjaan ini tidak ada uji labnya, batu lokal yang ada di Madura memang seperti itu,” klaimnya. (bil)

Editor : Amin Basiri
P3TGAI Sampang irigasi