SAMPANG, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang sudah mengecek suara aliran air di area dalam tanah di area lahan pertanian di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung. Saat ini, Pemkab Sampang masih menunggu petunjuk dari Pemprov Jatim.
Kepala BPBD Sampang Fajar Arif Taufikurrahman mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi lahan pecaton yang mengeluarkan suara gemuruh air tersebut, Senin (3/8). Tanah di area lahan pertanian tersebut digarap oleh Sadiri, 50 dan Agusyanto, warga setempat.
”Hasil penelusuran kami, fenomena tersebut sudah berlangsung sejak dulu. Terkadang hilang kemudian muncul lagi. Pada saat sawah tergenang air, muncul gelembung-gelembung udara beberapa waktu, kemudian hilang,” katanya.
Dari hasil pengecekan tersebut, pihaknya melaporkan ke Bagian Perekonomian Pemkab Sampang dan diteruskan ke Dinas ESDM Provinsi Jatim untuk meminta petunjuk. ”Agar tidak terus muncul persepsi yang tidak pasti di tengah masyarakat terkait fenomena tersebut,” ungkapnya.
Fajar menyarankan masyarakat tidak menyalakan korek api di sekitar lokasi. Sebab, jika terdapat kandungan gas, bisa membahayakan masyarakat. ”Sementara ini masih aman. Secara kasatmata, gelembung di lokasi ada kandungan lumpur dan bau belerang,” ungkapnya.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sampang Abdi Barri mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi Jatim. Sebab, secara teknis, pihaknya tidak memiliki keahlian untuk melakukan pengecekan ke lapangan.
”Kami masih berkoordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi Jatim,” katanya.
Pihaknya bakal meminta bantuan tim tenaga teknis untuk melakukan pengecekan fenomena tersebut. Sehingga bisa dipastikan berbahaya atau tidak dan kandungan didalamnya. ”Jika memang ada kandungan air, bisa dikelola oleh pemkab,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Amin Basiri