Pemkab Sampang Minta Tambahan Ribuan Kiloliter BBM Bersubsidi, Untuk Mengurai Antrean Panjang di SPBU

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 06:47 WIB
MENGULAR: Pengendara antre saat membeli BBM bersubsidi di SPBU 54.692.05 Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota Sampang, Senin (3/8). (AYU LATIFAH/JPRM)
MENGULAR: Pengendara antre saat membeli BBM bersubsidi di SPBU 54.692.05 Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota Sampang, Senin (3/8). (AYU LATIFAH/JPRM)

SAMPANG,  RadarMadura.id – Antrean panjang untuk mendapat bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih kerap terjadi di Kabupaten Sampang.

Seperti yang terjadi di SPBU 54.692.05 Kelurahan Banyuanyar Senin (3/8).

Puluhan kendaraan roda dua dan empat terlihat antre di SPBU yang bersebelahan dengan Univeristas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang tersebut.

Kondisi itu menuai respons dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.

Baca Juga: Polisi Jadwalkan Pemanggilan Perwakilan RSUD Dr Soetomo, Terkait Dugaan Malapraktik RSIA Puri Bunda Madura

Langkah yang ditempuh untuk mengurai problem tersebut dengan cara mengusulkan tambahan alokasi BBM bersubsidi kepada Pertamina.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan SDA Sampang Abdi Barri Salam menyatakan, pemkab telah memetakan kebutuhan BBM bersubsidi selama setahun.

Namun seiring berjalannya waktu, pemkab kembali mengajukan penambahan kuota kepada Pertamina.

”Juni lalu kami sudah mengajukan penambahan kuota, itu sudah kami koordinasikan dengan Pertamina,” ujarnya Senin (3/8).

Penambahan kuota tersebut dilakukan untuk mengurai antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU yang ada di Kota Bahari.

Sebab, sejak pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi terjadi peralihan penggunaan BBM.

Baca Juga: Sembilan Korban Kecelakaan Laut Dibawa ke Kalianget, Puluhan Ditransitkan ke Masalembu

Masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi.

Sedangkan usulan penambahan kuota yang diajukan kepada Pertamina lima persen dari total alokasi tahun ini.

Perinciannya, Pemkab Sampang mengajukan penambahan kuota BBM bersubsidi 2.000 kiloliter (KL) untuk jenis pertalite dan 1.500 KL untuk solar.

”Kuota tambahan ini diharapkan bisa terealisasi tahun ini,” tambahnya.

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menyatakan, pengusulan tambahan BBM bersubsidi telah dikoordinasikan.

Namun yang jelas, sejumlah BBM nonsubsisdi kini mulai dilakukan penyesuaian harga oleh pemerintah.

”Penyesuaian ini bagaian dari mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah,” tamdasnya. (ay/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
penambahan kuota pertamina bbm bersubsidi antrean panjang