Menu MBG Yayasan Generasi Emas Kembali Dikeluhkan

Amin Basiri • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 14:36 WIB
TIDAK LAYAK KONSUMSI: Potret menu SPPG Trunojoyo Yayasan Generasi yang mengalami pembusukan dan basi beberapa waktu lalu. 
TIDAK LAYAK KONSUMSI: Potret menu SPPG Trunojoyo Yayasan Generasi yang mengalami pembusukan dan basi beberapa waktu lalu. 

SAMPANG, RadarMadura.id – Sajian menu program makan bergizi gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Generasi Emas kembali menuai keluhan. Kali ini, dapur yang berlokasi di Jalan Trunojoyo itu dipersoalkan karena diduga menyajikan buah busuk serta makanan yang sudah basi kepada penerima manfaat.

Salah seorang penerima manfaat berinisial AS mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak dapur. Menurut dia, menu yang diterima kerap tidak layak dikonsumsi.

"Menu yang kami dapatkan itu basi dan tidak layak dimakan," ujarnya kemarin (2/8).

Dia menuturkan, salah satu persoalan yang paling sering ditemukan adalah buah yang sudah busuk. Bahkan, jenis buah yang dibagikan hampir selalu sama sehingga membuat penerima manfaat, khususnya balita, merasa bosan. "Baru setelah kami komplain diganti buah jeruk," katanya.

Sebagai penerima manfaat kategori balita, AS berharap pengelola dapur melakukan pembenahan. Menurut dia, kualitas makanan yang disajikan harus lebih diperhatikan agar sesuai standar konsumsi.

"Masak seperti itu terus. Yang busuk dikembalikan, lalu diganti lagi. Kan capek juga," ungkapnya.

Dia meminta pengelola dapur melakukan evaluasi menyeluruh, baik terhadap kualitas bahan makanan maupun menu yang disajikan. Selain layak konsumsi, porsi dan jenis makanan juga diharapkan sesuai dengan kebutuhan balita.

"Kalau tidak ingin ditutup, menunya harus diperbaiki dan disesuaikan dengan porsi balita yang bisa dikonsumsi," tegasnya.

Terpisah, Kepala SPPG Yayasan Generasi Emas Umar Syaid menyatakan, setiap keluhan dari penerima manfaat selalu ditindaklanjuti. Termasuk, mengganti buah yang dilaporkan dalam kondisi busuk.

"Sudah saya tanggapi kemarin dan sudah dieksekusi di lapangan. Buah yang busuk sudah diganti dengan yang baru," ujarnya.

Menurut Umar, pihak dapur tidak pernah mengabaikan masukan dari penerima manfaat. Seluruh laporan yang masuk selalu menjadi bahan evaluasi agar pelayanan semakin baik.

"Pihak dapur sudah memberikan solusi dengan mengganti buah yang baru terkait buah yang busuk," tandasnya.

Sebelumnya, SPPG Yayasan Generasi Emas juga sempat menjadi sorotan karena diduga membagikan susu yang tidak sesuai petunjuk teknis (juknis). Saat itu, penerima manfaat mengeluhkan susu yang diberikan merupakan susu berperisa, bukan susu murni. (ay/han)

Editor : Amin Basiri
SPPG Yayasan Generasi Emas sampang