SAMPANG, RadarMadura.id – Bupati Sampang Slamet Junaidi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sampang, Jumat (31/7).
Diharapkan, Sekolah Rakyat (SR) bisa mengentaskan kemiskinan di Kota Bahari.
Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan, Kabupaten Sampang saat ini sudah memiliki SR yang terletak di Desa Sejati, Kecamatan Camplong.
SR merupakan salah satu manifestasi dari program prioritas dan unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Bupati Sampang Lantik Faisol Ansori sebagai Pj Sekkab, Gantikan Yuliadi Setiyawan Pasca Purna Tugas
"Tujuan utamanya yakni untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan gratis berkualitas dengan konsep asrama (boarding school)," katanya.
Dijelaskan, pembangunan SR di Kota Bahari merupakan suatu kebanggaan bagi Kabupaten Sampang.
Sebab, Kota Bahari menjadi bagian dari pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
"Saat ini siswa dari Kabupaten Sampang yang terdaftar sebagai peserta didik SR terintegrasi terbanyak di antara 4 kabupaten se-Madura. Masing-masing jenjang SD 24 siswa, jenjang SMP 104 siswa, dan jenjang SMA 85 siswa," tuturnya.
Pria yang karib disapa Aba Idi itu mengatakan, pendidikan merupakan investasi terbaik untuk masa depan bangsa.
Baca Juga: BBWS Brantas Salurkan Air Bersih, Ringankan Dampak Kekeringan di Madura
Sebab, kemajuan dan keberlanjutan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya.
"Oleh karena itu, Presiden Prabowo betul-betul memberikan perhatian penuh pada isu pendidikan. Salah satu solusi yang beliau persembahkan yakni SR," ulasnya.
Dia berkomitmen, Pemkab Sampang siap mendukung penuh kegiatan SR.
Pihaknya telah membuktikan komitmen tersebut dengan menyediakan lahan siap pakai untuk pembangunan gedung SR tersebut.
"Pendidikan merupakan nomor satu bagi kami. Maka dari itu, akan kami maksimalkan dengan baik SR ini dan kegiatan MPLS ini berjalan dengan baik dan lancar. Serta, siswa SR bisa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya," tandasnya. (bai/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti