Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan menyayangkan kinerja PDAM. Sebab, warga tetap diminta tagihan meski airnya tidak mengalir. Seharusnya, pimpinan PDAM Trunojoyo yang baru bisa mengantisipasi masalah ini.
”Sejak awal kami sudah tegaskan agar pelayanan sambungan air ini dioptimalkan dan menyisir sambungan-sambungan liar,” ujarnya.
Dia mengutarakan, sebelumnya pernah ditemukan sambungan liar air PDAM yang dilakukan oleh oknum. Sambungan liar tersebut tidak terdaftar di PDAM Trunojoyo.
Baca Juga: APTI Sampang Protes Pengesahan RPMK, Dianggap Merugikan Petani Tembakau di Madura
”Pelakunya oknum-oknum tertentu dan penghasilannya tidak masuk pada PDAM,” bebernya.
Alan menegaskan, pihaknya bakal mengkroscek ke lapangan menanggapi keluhan warga tersebut. Tujuannya, untuk mengecek sambungan air pada warga Desa Baruh. Informasinya air macet tiga bulan, tapi tetap diminta tagihan bulanan.
”Nanti kami jadwalkan untuk turun ke lapangan melakukan pengecekan. Jika terbukti, nanti akan lakukan tindakan tegas,” tegasnya.
Rima, warga Desa Baruh berharap agar sambungan air PDAM Trunojoyo kembali normal. Sebab, air termasuk kebutuhan dasar setiap hari. ”Kami minta tolong agar air PDAM ini bisa hidup normal seperti biasanya,” pintanya. (bai/bil)
Editor : Anis Billah