Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kuota Ditambah Lima Persen, DPRD Panggil Pertamina Bahas Permasalahan BBM Subsidi

Amin Basiri • Rabu, 8 Juli 2026 | 08:31 WIB
LENGANG: Sales Branch Manager Pertamina Patraniaga Jatim Balinus Afif Wira Pradana ditemui usai rapat dengan Komisi II DPRD Sampang, Selasa (7/7).
LENGANG: Sales Branch Manager Pertamina Patraniaga Jatim Balinus Afif Wira Pradana ditemui usai rapat dengan Komisi II DPRD Sampang, Selasa (7/7).

SAMPANG, RadarMadura.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang memanggil PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Selasa (7/7). 

Dewan meminta penjelasan pihak Pertamina terkait sejumlah permasalahan yang terjadi terkait bahan bakar minyak (BBM) subsidi di sejumlah SPBU di Kabupaten Sampang. 

Sekretaris Komisi II DPRD Sampang Mohammad Nur Mustakim mengatakan, pihaknya memanggil Pertamina Jatimbalinus karena menerima banyak keluhan dari masyarakat.

Diantaranya antrean panjang saat membeli BBM subsidi serta pembatasan kuota BBM subsidi di berbagai SPBU.

Antrean panjang kendaraan terjadi di hampir seluruh SPBU saat masyarakat membeli BBM subsidi, seperti Pertalite dan Solar.

”Bahkan, sempat terjadi keributan antara konsumen dan petugas SPBU akibat antrean BBM tersebut,” katanya.

Mustakim mengungkapkan hasil rapat dengar pendapat (hearing) dengan Pertamina. Menurutnya, antrean panjang di SPBU terjadi akibat keterbatasan stok.

Kondisi itu dipicu beralihnya konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi setelah harga Pertamax naik.

”Pasca-kenaikan harga Pertamax, banyak pengendara beralih dari Pertamax ke Pertalite,” ungkapnya.

Dia menyatakan, Pertamina juga telah menambah kuota BBM subsidi sekitar lima persen untuk SPBU di Kabupaten Sampang sejak Rabu (1/7).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang juga telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait usulan penambahan kuota tersebut.

”Terkait usulan dari pemkab, jawabannya masih menunggu hingga Oktober mendatang. Semoga bisa disetujui sehingga kuota BBM subsidi di 13 SPBU dapat bertambah,” harapnya.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Afif Wira Pradana menyatakan, pihaknya telah memberikan klarifikasi kepada DPRD Sampang terkait kelangkaan BBM yang terjadi pada Juni. Penyebab utamanya ialah kenaikan harga Pertamax.

”Masyarakat yang biasanya membeli Pertamax beralih membeli Pertalite. Akibatnya, kebutuhan Pertalite meningkat dan menyebabkan antrean panjang di berbagai SPBU,” bebernya.

Dia menjelaskan, pihaknya telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menambah kuota Pertalite untuk 13 SPBU di Kabupaten Sampang.

”Minggu pertama Juli ini, penyaluran tambahan kuota BBM sudah mencapai sekitar 50 persen. Dengan demikian, stok Pertalite di SPBU sudah mencukupi dan masyarakat diharapkan tidak melakukan panic buying,” tukasnya. (bai/bil)

Editor : Amin Basiri
#BBM #dprd sampang #pertamina #spbu