SAMPANG, RadarMadura.id – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar di Kabupaten Sampang masih jauh dari target.
Hingga akhir Mei 2026, penerimaan baru mencapai Rp 1,4 miliar atau sekitar 24 persen dari target Rp 5,9 miliar.
Rendahnya capaian tersebut dipengaruhi belum optimalnya kontribusi dari sejumlah pasar.
Bidang Pengelolaan Pasar Diskopindag Sampang Subairi menyampaikan, realisasi PAD bulan Juni masih dalam proses. Karena itu, data yang telah dilaporkan baru sampai Mei.
"Meski masih rendah, capaian tahun ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu,'' ujarnya, Rabu (24/6).
Dia menjelaskan, dari 28 pasar binaan Diskopindag, terdapat lima pasar yang realisasi retribusinya masih rendah.
Yakni, Pasar Omben, Torjun, Karangpenang, Batorasang, dan Srimangunan.
Menurut Subairi, rendahnya capaian di lima pasar tersebut dipengaruhi tingginya target retribusi, masih minimnya kepatuhan pedagang membayar retribusi, serta adanya kios yang tutup sehingga tidak menghasilkan penerimaan.
''Sebagian pedagang masih mencicil pembayaran retribusi. Meski begitu, kami terus melakukan pemantauan dan penagihan,'' katanya.
Untuk mengoptimalkan penerimaan, Diskopindag rutin melakukan evaluasi bersama koordinator pasar.
Koordinator dari pasar-pasar dengan capaian rendah dipanggil secara berkala untuk membahas langkah percepatan realisasi PAD.
''Setiap bulan kami jadwalkan evaluasi. Tiga koordinator pasar yang capaian PAD-nya masih rendah kami panggil untuk mencari solusi agar target bisa tercapai,'' pungkasnya. (ay/han)
Editor : Amin Basiri