SAMPANG, RadarMadura.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan tiga desa di Kabupaten Sampang sebagai lokasi program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Masing-masing desa akan mendapat fasilitas gedung yang akan dibangun dengan anggaran Rp 3,3 miliar.
Fungsional Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Dinas Perikanan (Diskan) Sampang Cholilurrahman menyatakan, tiga desa yang disetujui menjadi sasaran program KNMP tersebar di tiga kecamatan.
Yakni, Desa Jetrah, Kecamatan Banyuates; Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah; dan Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong.
Baca Juga: Aliansi Jurnalis Sampang Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim
”Survei dan topografi sudah dilakukan," ujarnya mewakili Plt Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Sampang Fajar Sidiq.
KNMP dihadirkan dalam rangka pengembangan perikanan di wilayah pesisir. Sedangkan pengelolaannya berada di bawah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Kami hanya ikut saat melakukan survei awal Juni, untuk proses penunjukan rekannya kami tidak tahu," tambahnya.
Koordinator Penyuluh Perikanan KKP Kabupaten Sampang Wahyu Eko Wijaya menyatakan, dari tiga desa yang diajukan menjadi sasaran program KNMP, baru satu yang disahkan.
Yakni, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong.
Sedangkan dua desa lainnya belum disahkan karena baru selesai survei topografi.
”Di tahap tiga sementara ini yang lolos baru Dharma Camplong, untuk dua desanya lainnya masih pengukuran topografi," katanya.
Baca Juga: PT Waskita Karya Gunakan Mebel Berstandar Internasional untuk Sekolah Rakyat di Sampang
Meski begitu, KKP Kabupaten Sampang tidak memiliki kewenangan sedikit pun dalam pembangunan fasilitas di KNMP.
Pihaknya juga tidak tahu besaran anggaran yang dialokasikan untuk masing-masing titik pembangunan fisik di setiap KNMP.
Sebab, pemkab hanya dilibatkan saat proses verifikasi.
"Kami hanya berwenang pengusulan saja, untuk pagu dan pembangunan di luar kewenangan kami (Pemkab Sampang)," ujarnya.
KNMP akan dikelola nelayan. Sementara orientasinya untuk peningkatan produktivitas nelayan.
"Pemanfaatan memang menggunakan lahan desa yang bisa diakses oleh nelayan," pungkasnya. (ay/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti