SAMPANG, RadarMadura.id – Proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Sampang telah menunjukkan progres positif.
Proyek konstruksi yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) itu tidak hanya menggarap pekerjaan secara tepat dan cermat, tetapi material seperti genting yang digunakan didatangkan langsung dari perajin lokal dalam rangka memberdayakan masyarakat Kota Bahari.
Manajer Proyek PT Waskita Karya (Persero) Tbk–CAG KSO Dhimas Rezha mengatakan, pemakaian genting untuk atap seluruh bangunan di gedung SRT berasal dari Kecamatan Karang Penang.
Pemilihan genting lokal itu bagian dari bentuk pemberdayaan masyarakat Karang Penang yang saat ini telah menyerap sekitar 70.000 genting.
“Pemilihan genting Karang Penang adalah bentuk penghargaan kepada perajin dan sebagai salah satu upaya pelestarian budaya khas Madura,” katanya.
Menurutnya, genting produksi warga Karang Penang dikenal kokoh dan alami tanpa campuran material lain. Hal ini menjadi alasan kontraktor pelat merah itu menggunakan genting hasil karya warga Karang Penang.
Selain itu, bertujuan untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar.
“Secara teknis genting Karang Penang ini telah teruji kuat dengan cuaca, khususnya untuk Sampang,” tambahnya.
Dijelaskan, penggunaan material genting juga bagian dari mendukung program Gentengisasi Indonesia Asri.
Dia berharap kontribusi genting lokal di proyek pembangunan gedung SRT bisa naik ke tingkat nasional sehingga semakin banyak perajin di Madura lebih dihargai dan dapat menghidupkan perekonomian daerah.
“Keterlibatan perajin genting daerah tidak hanya mendukung kesuksesan proyek pembangunan gedung SRT, tetapi juga bisa dikenal ke tingkat nasional,” pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Amin Basiri