SAMPANG, RadarMadura.id – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan pembangunan inpres jalan daerah (IJD) ruas Kedungdung–Bringkoning di Kabupaten Sampang, Selasa (23/6).
Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, serta memperkuat perekonomian dan ketahanan pangan daerah.
Pantauan di lapangan, suasana di sepanjang ruas jalan yang menghubungkan Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedungdung, hingga Desa Lar-Lar, Kecamatan Banyuates, tampak ramai sejak pagi.
Ribuan warga berjejer di tepi jalan untuk menyambut kedatangan presiden.
Mereka terdiri atas masyarakat umum, pelajar, hingga pejabat daerah yang telah bersiap di lokasi peresmian.
Sekitar pukul 10.57 WIB, iring-iringan kendaraan Presiden Prabowo yang menggunakan MV3 Garuda Limousine bernomor polisi RI 1 tiba di Desa Lar-Lar, Kecamatan Banyuates.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah pejabat negara.
Di antaranya Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Letkol Inf Teddy Indra Wijaya, Bupati Sampang Slamet Junaidi serta Wakil Bupati Ahmad Mahfudz.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, Kabupaten Sampang sebelumnya juga menerima program inpres jalan daerah pada 2023.
Tahun ini, daerah tersebut kembali mendapatkan program serupa sebagai bentuk pemerataan pembangunan infrastruktur.
”Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah agar pembangunan tidak hanya terpusat di kota, tetapi menjangkau seluruh pelosok Indonesia secara inklusif, adil, dan merata,” ujarnya.
Menurut dia, jalan yang telah dibangun merupakan sarana penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Infrastruktur yang memadai menjadi bukti kehadiran negara dalam memberikan pelayanan hingga ke daerah.
”Sesuai arahan Bapak Presiden, ekonomi harus tumbuh dari daerah dan desa. Karena itu, infrastruktur ini diharapkan menjadi penggerak kemajuan bangsa dalam jangka panjang,” katanya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pembangunan Inpres Jalan Daerah 2025 telah rampung dilaksanakan.
Secara nasional, program tersebut berhasil membangun dan meningkatkan jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi.
”Saya menyambut dengan bangga dan bahagia karena pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer di seluruh pelosok Indonesia telah selesai dilaksanakan,” ujarnya.
Prabowo menegaskan, jalan daerah memiliki peran strategis sebagai urat nadi perekonomian rakyat.
Infrastruktur tersebut menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan berbagai produk masyarakat menuju pasar maupun pusat distribusi.
”Melalui jalan inilah hasil panen petani, hasil kebun, hasil perikanan, dan berbagai produk masyarakat dapat bergerak dari desa menuju pasar, pusat distribusi, maupun kawasan industri,” tuturnya.
Baca Juga: Penutupan Munas dan Konbes NU Berlangsung Khidmat, Prabowo: Saya Harus Banyak Belajar dari NU
Menurut Prabowo, Indonesia merupakan negara yang sangat luas dengan kondisi geografis yang beragam.
Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan mendasar untuk mempercepat konektivitas antardaerah.
”Infrastruktur jalan yang baik akan membuat biaya angkut menjadi lebih murah dan distribusi barang semakin lancar,” katanya.
Prabowo menegaskan pemerintah berkomitmen mengurangi kesenjangan pembangunan.
Juga memastikan tidak ada daerah tertinggal akibat keterbatasan akses.
”Kami bertekad tidak ada lagi daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Infrastruktur yang baik akan menurunkan biaya logistik dan memperkuat perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Dia menambahkan, pembangunan jalan juga menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Sebab, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan benih dan pupuk, tetapi juga didukung akses transportasi dan energi yang memadai.
”Terutama untuk menjangkau kawasan-kawasan produktif,” tandasnya. (bai/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti