Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

APTI Sampang Minta Penyaluran Pupuk NPK Disegerakan

Amin Basiri • Jumat, 19 Juni 2026 | 08:46 WIB
HIJAU: Daun tembakau milik warga mulai tinggi di Jalan Halim Perdanakusuma Rabu (17/6). 
HIJAU: Daun tembakau milik warga mulai tinggi di Jalan Halim Perdanakusuma Rabu (17/6). 

SAMPANG, RadarMadura.id – Penyaluran bantuan pupuk nonsubsidi untuk petani tembakau di Sampang belum sepenuhnya terealisasi.

Hingga pertengahan Juni, petani baru menerima pupuk jenis ZK, sementara pupuk NPK yang dinilai lebih dibutuhkan pada fase awal pertumbuhan tanaman belum juga disalurkan.

Tahun ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang mengalokasikan bantuan pupuk nonsubsidi bagi petani tembakau. Namun, penyalurannya belum dilakukan secara menyeluruh.

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Sampang meminta distribusi pupuk NPK segera direalisasikan.

Ketua APTI Sampang Haryono mengatakan, sebagian bantuan pupuk yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sudah mulai disalurkan. Namun, pupuk yang diterima petani baru berjenis ZK.

 ”Pupuk sudah mulai disalurkan minggu ini, tetapi yang diterima petani baru ZK,” katanya Rabu (17/6).

Menurut dia, bantuan tersebut disalurkan melalui kelompok tani (poktan). Namun, hingga kini pupuk NPK yang sebelumnya direncanakan belum didistribusikan.

”Mungkin masih terkendala proses tender. Biasanya memang ada pengadaan setiap tahun,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, pengadaan pupuk NPK yang bersumber dari DBHCHT dianggarkan sebesar Rp 900 juta.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan 50 ribu kilogram pupuk yang akan disalurkan kepada 50 kelompok tani.

Haryono menjelaskan, pupuk NPK sangat dibutuhkan pada fase awal pertumbuhan tanaman tembakau.

Sementara pupuk ZK lebih banyak digunakan menjelang akhir masa pertumbuhan untuk meningkatkan kualitas daun.

”Harapan kami, NPK segera disalurkan karena sangat dibutuhkan pada masa awal pertumbuhan tanaman. Kalau ZK kebutuhannya lebih ke fase akhir,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Sarana Pertanian Disperta KP Sampang Nurdin belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.

Meski demikian, nomor telepon yang biasa digunakan untuk komunikasi terpantau aktif Rabu (17/6). (ay/han)

Editor : Amin Basiri
#pupuk NPK #APTI Sampang #DBCHT