
SAMPANG, RadarMadura.id – Kejanggalan menu makan bergizi gratis (MBG) berupa susu berulat di SDN Buker 3, Kecamatan Jrengik, menjadi perhatian banyak pihak.
Salah satunya anggota DPRD Sampang yang menilai SPPG Yayasan Kemas Dapur Bejreh, Jalan Raya Jrengik, Desa Kotah, Kecamatan Jrengik, ceroboh.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud mempertanyakan profesionalisme SPPG Kemas Dapur Bejreh selaku pendistribusi MBG ke siswa SDN Buker 3.
Sebab, menu susu MBG yang diberikan ditemukan berulat.
Baca Juga: Verlap BSPS Terhambat, Buntut Mundurnya Belasan TFL Teknis
”Kok bisa susunya sampai berulat, sejauh ini bagaimana pengecekan petugas di SPPG tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, semua SPPG yang mendistribusikan MBG, termasuk SPPG Kemas, harus mengikuti arahan pemerintah pusat.
Mutu menu MBG harus dipastikan layak sebelum didistribusikan pihak SPPG.
”Jika memang sudah tidak layak, SPPG seharusnya mengembalikan ke supplier-nya,” katanya.
Mahfud mengutarakan, jika menu MBG berupa susu itu diloloskan, pengelola SPPG sudah terindikasi ceroboh. Bisa saja susu tersebut harganya paling murah.
”Susu yang boleh digunakan saat ini tidak boleh rasa kacang, dan harus menggunakan susu full cream. Sebab, kandungan susunya 50 persen, lebih banyak isinya,” katanya.
Berdasarkan pengetahuannya, susu yang viral berulat itu bukan susu full cream.
Dia meyakini susu tersebut diduga sudah kedaluwarsa dan perlu ditindaklanjuti serius.
”Jika memberikan susu kedaluwarsa, sudah jelas ceroboh, tidak memperhatikan susu yang sudah kedaluwarsa,” bebernya.
Dia menduga, susu yang diberikan ke pelajar dan ditemukan berulat itu produk tidak beres.
Sebab, saat ini sudah banyak peredaran susu berkualitas abal-abal sehingga bisa ditemukan berulat.
”Item susu yang diberikan kepada pelajar mesti dicek di SPPG tersebut, apakah susu full cream atau tidak,” ungkapnya.
Dia meminta semua pihak menindaklanjuti dugaan kejanggalan menu susu berulat pada SPPG tersebut. Pihak yang berwenang melakukan pengecekan yakni BGN melalui Korwil BGN.
”Semuanya perlu dicek. Beruntung tidak sampai membuat pelajar keracunan,” ungkapnya.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Sampang Ratna Nur Handayani belum bisa dimintai keterangan terkait tindak lanjut SPPG Kemas yang mendistribusikan MBG dengan menu susu berulat.
Sebab, saat dihubungi melalui sambungan telepon yang biasa digunakan tidak merespons. (bai/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti