SAMPANG, RadarMadura.id – Temuan menu makan bergizi gratis (MBG) item susu berulat di SDN Buker 3, Kecamatan Jrengik, menuai sorotan.
Mahasiswa menilai SPPG Yayasan Kemas Dapur Bejreh, Jalan Raya Jrengik, Desa Kotah, Kecamatan Jrengik sengaja mendistribusikan susu yang diduga kadaluarsa tersebut.
Koordinator Bemsa Iftitahul Elmy mengatakan, pendistribusian MBG pada siswa SDN Buker 3 Kecamatan Jrengik menjadi perbincangan warga Kabupaten Sampang. Pasalnya, menu susu yang disajikan ditemukan berulat.
”Jumlah susu berulat yang diberikan pada siswa SDN Buker 3, tidak sedikit, yakni 6 buah,” katanya.
Menurutnya, SPPG memiliki kewajiban memastikan kelayakan porsi menu dan gizi yang didistribusikan pada penerima manfaat. Jangan sampai ada yang ditemukan cacat dalam menyajikan menu.
”Jika ditemukan menu yang berulat hingga enam, ini sudah sangat fatal,” ujarnya.
Elmi menilai, proses pendistribusian MBG sudah diatur secara teknis. Karena itu, adanya menu berulat itu dianggap kelalaian yang tersistematis dari pihak SPPG.
Menurutnya, ada unsur kesengajaan dalam proses distribusi menu tersebut.
”BGN juga wajib melakukan audit secara menyeluruh atas kejanggalan pendistribusian MBG pada dapur tersebut,” pintanya.
Menurutnya, di wilayah Kecamatan Jrengik, kejadian menu berulat tidak hanya sekali. Penerima manfaat sering mendapatkan menu MBG berulat.
”Tapi penerima manfaat tidak berani untuk menvidio. Dari pihak sekolah menyarankan siswa, agar menu MBG yang berulat, tidak dikonsumsi,” tuturnya.
Sekretaris Satgas MBG Sampang Sudarmanta menyatakan, saat ini tim satgas masih melakukan pendalaman terhadap temuan MBG berulat tersebut. Dispendik Sampang masih melakukan pengecekan.
”Semua keluhan MBG yang kami terima sudah kami laporkan pada BGN untuk ditindaklanjuti,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Amin Basiri