Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mahasiswa Soroti Kinerja BPS Sampang, Buntut Lambannya Distribusian Paket Data untuk Petugas SE

Anis Billah • Rabu, 17 Juni 2026 | 11:19 WIB
DILEPAS: Petugas SE BPS Sampang saat mengikuti kegiatan apel siaga dan pelepasan petugas sensus ekonomi yang di Pendopo Trunojoyo, Senin (15/6). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
DILEPAS: Petugas SE BPS Sampang saat mengikuti kegiatan apel siaga dan pelepasan petugas sensus ekonomi yang di Pendopo Trunojoyo, Senin (15/6). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Kinerja Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang disorot. Badan Eksekutif Mahasiswa Sampang (Bemsa) menilai BPS Sampang tak profesional dalam menjalankan tugas. Itu buntut dari lambannya pendistribusian paket data untuk petugas sensus ekonomi (SE).

Koordinator Bemsa Iftitahul Elmy mengatakan, pendistribusian paket data oleh BPS Sampang tengah menjadi perbincangan di Kota Bahari. Sebab, meski proses sensus dimulai, fasilitas paket data tak kunjung diberikan.

Menurutnya, setiap petugas SE dijanjikan bekal paket data selama melaksanakan pendataan. Pagu yang dianggarkan oleh BPS Sampang untuk paket data sebesar Rp 265 juta bersumber dari APBN 2026.

”Paket data tersebut seharusnya diberikan pada petugas SE untuk menunjang kinerja mereka. Sehingga kerjaannya tepat sasaran dan sebagainya,” katanya.

Elmi mengutarakan, pihaknya mendapat informasi jika paket data tersebut hingga dimulainya pelaksanaan SE pada Senin (15/6) belum disalurkan. Padahal, seharusnya semua kegiatan yang sudah dianggarkan oleh negara harus diberikan sesuai keperuntukannya.

”Jika tidak disalurkan pada petugas SE, berarti percuma negara memberikan anggaran pada BPS melalui APBN,” ungkapnya.

Baca Juga: Capaian PAD Sampah Yang Dikelola DLH Perkim Sampang di Bawah 50 Persen

Menurutnya, sejak awal kegiatan SE sudah diwarnai dengan polemik. Termasuk lambannya pendistribusian paket data. Hal ini mengindikasikan jika BPS tidak serius dalam menjalankan tugasnya.

”Sudah jelas ini bisa mengganggu jalanya proses pendataan SE. Sebab, sejak awal sudah main-main,” sesalnya.

Elmi mengutarakan, anggaran untuk belanja paket data ratusan juta tersebut bersumber dari uang rakyat. Dia mengingatkan BPS lebih profesional dalam mengelola anggaran yang didanai dari APBN.

”Hasilnya juga harus jelas, agar SE ini tidak hanya menjadi seremonial saja dan menghabiskan uang masyarakat berkedok sensus,” pintanya.

Kepala BPS Sampang Boby Eko Heru Mulyadi mengaku paket data pada petugas SE sudah disalurkan sebagaimana mestinya sejak per kemarin (16/6). Dia memastikan semua petugas sudah menerima paket data untuk menjalankan tugasnya.

”Mulai tadi pagi (kemarin) semuanya sudah masuk paket datanya,” bebernya. (bai/bil)

Editor : Anis Billah
#BPS sampang #sensus ekonomi #paket data #Bemsa