Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Faktor Cuaca, Produksi Garam Di Wilayah Sampang Masih Rendah

Anis Billah • Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
PRODUKSI: Petambak saat meratakan lahan untuk persiapan produksi kedua di Desa Polagan, Kecamatan Sampang, Selasa (16/6). (AYU LATIFAH/JPRM)
PRODUKSI: Petambak saat meratakan lahan untuk persiapan produksi kedua di Desa Polagan, Kecamatan Sampang, Selasa (16/6). (AYU LATIFAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Memasuki musim kemarau, para petambak mulai menggelar geomembran untuk kristalisasi garam. Meski begitu, produksi musim ini dilanda cuaca tidak menentu. Akibatnya, produksi garam menurun.

Kabid Perikanan Budi Daya Sampang Moh. Mahfud menyampaikan, aktivitas produksi tambak garam telah dimulai sejak April. Bahkan, sebagian para petambak mulai menjual hasil produksi kepada pedagang.

"Sebagian sudah ada yang panen dan menjual di daerah Aeng Sareh," katanya Senin (15/6).

Berdasarkan target produksi garam yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun ini sebesar 307 ribu ton. Realisasi pada panen perdana, produksinya rendah. Yakni, baru terealisasi sekitar 100 ton.

"Rekapan hasil pelaporan sementara belum masuk, cuma perkiraan di bawah 100 ton," ungkapnya.

Baca Juga: Penyaluran Bantuan Perikanan Molor, Diskan Sampang Target Tuntas Bulan Ini

Mahfud menyampaikan, semestinya, realisasi produksi garam saat panen perdana sekitar seribu ton. Namun, para petambak banyak yang gagal panen akibat sering hujan.

"Semestinya sudah siap kristalisasi, tapi gagal karena hujan," paparnya.

Menurutnya, ada tujuh kecamatan penghasil garam di Kota Bahari. Yakni kecamatan Sreseh, Pangarengan, Jrengik, Sampang, Camplong, Banyuates dan Torjun. Dia berharap, produksi garam tahun ini bisa mencapai target. "Meskipun saat ini tidak semuanya panen," tuturnya.

Wakil Ketua Paguyuban Pelopor Petambak dan Pedagang Garam Madura (P4GM) Sampang M. Saiful menyampaikan, akibat cuaca yang tidak menentu, berdampak pada produktivitas garam. Hal itu menghambat proses pengeringan kristalisasi garam. Sebab, produktivitas garam bergantung pada kondisi cuaca.

"Jika musim kemarau sampai bulan September, kemunkinan besar target yang ditetapkan Pemkab bisa tercapai," tandasnya. (ay/bil)

Editor : Anis Billah
#P4GM #diskan sampang #garam #Geomembran