Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tiga Bocah Bersaudara Asal Sreseh, Sampang, Diduga Tenggelam, Ditemukan Mengambang di Embung

Anis Billah • Minggu, 14 Juni 2026 | 19:29 WIB
BERBAHAYA: Anggota Polsek Sreseh melakukan olah TKP atas tenggelamnya tiga bocah bersaudara di Desa Junok, Kecamatan Sreseh, Sampang, Minggu (14/6).
BERBAHAYA: Anggota Polsek Sreseh melakukan olah TKP atas tenggelamnya tiga bocah bersaudara di Desa Junok, Kecamatan Sreseh, Sampang, Minggu (14/6).

SAMPANG, RadarMadura.id – Tiga anak bersaudara ditemukan meninggal dunia di sebuah embung di Dusun Sabu'uk, Desa Junok, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Minggu (14/6).

Korban diketahui merupakan dua anak laki-laki kembar berinisial AH (3) dan MH (3). Sementara kakak perempuan mereka, Z (4), juga ditemukan meninggal di lokasi yang sama.

Kasihumas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengatakan, ketiga bocah tersebut diduga meninggal akibat tenggelam.

“Ketiga korban merupakan saudara kandung,” tuturnya.

Eko menerangkan, salah satu korban pertama kali ditemukan mengambang oleh seorang saksi bernama Alfiya sekitar pukul 11.00.

“Melihat korban mengambang, saksi langsung berteriak dan memanggil warga lainnya,” terangnya.

Berdasarkan keterangan warga, sebelum ditemukan mengambang, korban diketahui tidak sendirian.

Karena itu, warga melakukan pencarian dengan menyelam ke dalam embung tersebut.

Baca Juga: BPBD Sampang Imbau Masyarakat Tetap Waspada, Cuaca Ekstrem Masih Terjadi

“Hasilnya, ditemukan dua korban lainnya,” bebernya.

Selanjutnya, ketiga korban dievakuasi dan dibawa ke puskesmas untuk memastikan kondisi mereka.

“Namun, ketiga korban telah dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Eko.

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Eko, jenazah ketiga korban dibawa pulang ke rumah duka. Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum.

“Keluarga korban menganggap kejadian tersebut merupakan musibah,” tuturnya.

Eko menambahkan, embung tersebut biasa dimanfaatkan warga untuk mengambil air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya, warga tidak diperbolehkan mandi maupun mencuci pakaian di lokasi tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan dan mengawasi putra-putrinya saat bermain, terutama di lokasi yang berpotensi membahayakan,” pesannya. (bai/bil)

Editor : Anis Billah
#saudara kembar #anak tenggelam #Desa Junok #polres sampang #polsek sreseh