SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sampang berencana akan menghapus anggaran belanja buku baru.
Alasannya, anggaran tersebut dibutuhkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak. Di antaranya untuk operasional kantor dan perpustakaan keliling (perpusling).
Plt Kepala Dispusip Sampang Chairijah melalui Kabid Perpustakaan Kurnia Sufatina menyampaikan, tahun ini pihaknya berencana belanja buku untuk tambahan koleksi di perpustakaan.
Namun, rencana belanja buku tersebut batal direalisasikan.
”Kami belum merealisasikan karena (anggarannya) akan diefisiensi,” katanya kemarin (8/6).
Alokasi anggaran untuk belanja buku tersebut sebesar Rp 51 juta.
Rencananya akan dibelanjakan untuk 200 buku digital dan 190 buku konvensional atau 60 judul. Namun, anggaran tersebut terpaksa diefisiensi.
”Ada kebutuhan yang lebih urgen,” ungkapnya.
Tina menjelaskan, anggaran tersebut akan dialihkan untuk belanja operasional lain.
Misalnya, alat tulis kantor (ATK) dan belanja bahan bakar minyak (BBM) untuk armada perpustakaan keliling (perpusling).
”Kami tak ingin perpusling tidak jalan karena masalah anggaran. Sebab, permohonan dari masyarakat banyak,” terangnya.
Menurutnya, untuk menambah jumlah koleksi, bisa dilakukan dengan hibah buku.
Pihaknya akan bersurat kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD) agar menghibahkan buku untuk menambah koleksi buku di perpustakaan.
”Standar penambahan buku setiap tahun menyesuaikan jumlah populasi. Tapi, nanti kami usulkan ke pimpinan untuk sedikit mendesak pemberian hibah,” jelasnya.
Pengunjung perpustakaan Nurul Humaira menyayangkan rencana dinas membatalkan belanja buku baru.
Padahal koleksi buku tidak lengkap dan belum update.
”Kadang saya cari buku, tapi tidak ada. Kami juga sudah pernah usulkan untuk pengadaan,” tandasnya. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti