SAMPANG, RadarMadura.id – Pemerintah desa di Kabupaten Sampang masih perlu didorong agar lebih produktif. Sebab, hingga kini mayoritas desa masih berstatus pemula. Sementara desa yang telah berstatus mandiri baru mencapai 25 desa.
Kabid Penataan dan Kerja Sama Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Abd Hadi Purnomo menyampaikan, upaya mendorong kemandirian desa terus dilakukan. Perkembangannya menunjukkan tren positif dengan bertambahnya jumlah desa yang beralih menjadi desa mandiri.
"Pada tahun lalu ada tambahan desa yang naik status menjadi desa mandiri," ujarnya, Rabu (3/6).
Dia menjelaskan, terdapat 12 desa yang berhasil beralih menjadi desa mandiri pada 2025. Di antaranya Desa Mandangin dan Desa Gunung Maddah, serta 10 desa lainnya. Dengan tambahan tersebut, jumlah desa mandiri di Kabupaten Sampang kini mencapai 25 desa.
"Sebelumnya hanya ada 13 desa mandiri. Sekarang totalnya menjadi 25 desa,” katanya.
Menurut Hadi, desa-desa yang naik status menjadi mandiri sebelumnya berstatus desa berkembang. Saat ini jumlah desa berkembang di Kabupaten Sampang tercatat sekitar 80 desa.
"Sisanya masih berstatus desa pemula dan jumlahnya masih mendominasi," jelasnya.
Meski demikian, pihaknya mengaku masih menghadapi kendala dalam mendoong desa untuk meningkatkan statusnya.
Terutama desa yang masih berstatus pemula. Sebab, masih terdapat anggapan bahwa desa yang berstatus mandiri tidak lagi menjadi prioritas perhatian pemerintah.
"Padahal justru sebaliknya. Desa yang mandiri akan lebih diprioritaskan dalam memperoleh bantuan.
Karena mindset seperti itu, kami cukup kesulitan mengajak desa untuk beralih menjadi mandiri,” ungkapnya.
Saat ini, DPMD berupaya melakukan pendekatan kepada kepala desa yang dijabat penjabat (Pj). Menurut dia, Pj kepala desa yang berasal dari kalangan ASN dinilai lebih terbuka dalam berkomunikasi dan menerima arahan.
"Pemerintah pusat memang mendorong desa agar menjadi mandiri. Hanya saja, sosialisasi yang kami lakukan juga terbatas karena adanya efisiensi anggaran," tuturnya.
Sementara itu, Camat Sokobanah Sapta Nuris Ramlan menyampaikan, saat ini baru tiga desa di wilayahnya yang berstatus mandiri. Dia tidak menampik masih banyak desa yang belum beralih status karena berbagai faktor.
Meski demikian, pihaknya terus memberikan sosialisasi dalam setiap pertemuan dengan pemerintah desa.
"Kalau status desa sudah mandiri, peluang mendapatkan bantuan akan lebih besar. Namun, memang banyak faktor yang menjadi kendala desa untuk beralih menjadi mandiri. Untuk detailnya, pendamping desa yang lebih memahami," tandasnya. (ay/han)
Editor : Amin Basiri