SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Kesehatan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang tahun ini mendapatkan kembali alokasi dana alokasi khusus (DAK) nonfisik. Yakni, dialokasikan untuk penanganan penyakit tuberkulosis (TBC). Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 2 miliar.
Fungsional Umum Analisis Data dan Informasi Dinkes KB Sampang Kurrotu Aini menyampaikan, pihaknya setiap dapat bantuan DAK nonfisik untuk belanja cartridge tes cepat molekuler (TCM).
Anggaran yang dialokasikan juga tidak sedikit. Sebab, untuk belanja pendeteksi bakteri TBC dinilai tidak murah.
”Memang besar (alokasi anggarannya) karena harganya mahal,” ujarnya Senin (25/5).
Dia mengungkapkan, anggaran Rp 2 miliar tersebut nantinya akan dibelanjakan sebanyak 7.650 TCM.
Meski begitu, ribuan cartridge tersebut belum cukup menjangkau target sasaran. Mengingat sasaran target tahun ini mencapai 14.215 orang.
Baca Juga: Cakupan Identifikasi Penderita TBC di Sampang Rendah
”Itu sudah melalui desk dengan kementrian, tapi dapatnya segitu,” ungkpnya.
Aini menjelaskan, untuk memenuhi kekurangan dirinya meminta tambahan melalui Pemerintah Provinsi. Meskipun usulan yang diajukan Pemkab tidak semuanya terpenuhi.
”Kami menggunakan stok tahun lalu tapi habis. kami telah mengajukan 2.000 tapi sementara yang datang 1.000,” terangnya.
Menurutnya, pengadaan cartridge dari DAK nonfisik belum datang. Pihaknya menggunakan cartridge dari provinsi untuk mendekati eliminasi TBC 2030.
”Sementara kami pakai alokasi yang dari provinsi,” pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Anis Billah