Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Lima Tahun PT Garam Unit Camplong Tak Serap Garam Rakyat

Amin Basiri • Rabu, 20 Mei 2026 | 20:03 WIB
Foto petani garam oleh Quang Nguyen Vinh dari Pexels
Foto petani garam oleh Quang Nguyen Vinh dari Pexels

 

SAMPANG, RadarMadura.id – Keberadaan PT Garam Unit Camplong dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi petambak garam di Madura. Pasalnya, selama lima tahun terakhir perusahaan pelat merah tersebut disebut tidak melakukan penyerapan garam rakyat.

Selain itu, PT Garam juga diduga menjadi pesaing petambak. Sebab, Badan usaha milik negara (BUMN) itu menjual garam produksinya langsung kepada pedagang maupun pabrikan.

Manajer Hubungan Korporasi PT Garam, Wawan Wahyudi Yanto menyampaikan, hingga kini pihaknya memang belum melakukan penyerapan garam rakyat. Pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.

”Kami belum mendapat arahan dan kebijakan dari pemerintah. Jadi kami tetap menunggu arahan apakah sebagai pelaksana atau tidak,” katanya, Senin (18/5).

Dia menjelaskan, tugas PT Garam saat ini hanya melakukan survei harga garam di lapangan. Namun, hasil survei tersebut belum berdampak pada penetapan harga karena mekanisme harga tetap mengikuti pasar.

”Untuk itu saya masih belum bisa berkomentar mengenai keputusan harga,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Peguyuban Pelopor Petambak dan Pedagang Garam Madura (P4GM), M Saiful mengatakan, PT Garam memang sudah tidak lagi menyerap garam rakyat sejak 2021 lalu. ”Semestinya PT Garam jadi ujung tombak kami, tapi belum melakukan penyerapan,” katanya.

Menurut dia, keberadaan PT Garam saat ini justru dianggap menjadi pesaing bagi petambak garam rakyat. Sebab, perusahaan tersebut menjual garam krosok kepada pedagang maupun pabrikan dengan harga yang dinilai lebih rendah.

”Malah harga yang ditawarkan lebih murah. Bukan menjadi penolong atau berpihak kepada rakyat, tapi malah jadi pesaing,” ujarnya.

Saiful menilai kondisi tersebut membuat petambak kesulitan memperoleh keuntungan. Sebab, pedagang lebih memilih garam produksi PT Garam yang kualitasnya dianggap lebih baik dibanding hasil produksi petambak rakyat.

”Selagi PT Garam itu ada, harga standar tidak ada kenaikan. Bahkan, cenderung turun ketika PT Garam mengeluarkan garamnya,” ungkapnya.

Dia berharap PT Garam lebih fokus memproduksi garam untuk kebutuhan sendiri dan tidak menjual langsung ke pabrikan. Sebab, kondisi itu dinilai berdampak terhadap anjloknya harga garam rakyat di tingkat petambak.

”Jadinya garam rakyat terkesan tidak ada nilainya. Apalagi PT Garam biaya operasionalnya dari pemerintah sehingga hasilnya lebih bagus. Berbeda dengan kami yang terseok-seok,” tandasnya. (ay/han)

Editor : Amin Basiri
#camplong #sampang #pt garam