MAKKAH, Jawa Pos Radar Madura – Suhu di Kota Makkah saat ini berada di angka 43 derajat. Kondisi ini membuat jemaah haji asal Kabupaten Sampang mengalami gangguan kesehatan seperti batuk pilek berat.
Petugas Kesehatan Kloter 67 Andita Safitri Aulani menyampaikan, jemaah perlu adaptasi dengan cuaca di Kota Makkah karena tidak sama dengan di Madura. Sebagian jemaah mengalami batuk pilek karena faktor cuaca.
”Banyak yang minum minuman dingin saat cuaca panas, akhirnya hampir satu kamar batuk pilek,” katanya kemarin (18/5).
Untuk menjaga kesehatan jemaah, pihaknya rutin melakukan visitasi. Yakni dilakukan setiap hari pasca jemaah melaksanakan ibadah. ”Saat jemaah selesai umrah, kami visitasi dan rutin melalukan sosialisasi,” ujarnya.
Andita Safitri Aulani mengungkapkan, pihaknya sudah meminta jemaah istirahat yang cukup. Selain itu, jemaah diminta untuk memakai alat pelindung diri (APD) dan rutin minum air putih saat beraktivitas. ”Visitasi kami lakukan tiap hari terutama yang risiko tinggi,” ungkapnya.
Petugas Kesehatan Kloter 68 Fajar Ash Shiddiqi membenarkan jika cuaca ekstrem sedang melanda Kota Makkah. Saat siang hari suhunya mencapai 43 derajat. Kondisi ini membuat jemaah mengalami gangguan kesehatan.
”Pada hari ke-9, jemaah mulai alami batuk dan flu karena banyak melakukan aktivitas dan suhunya panas,” tuturnya.
Menurutnya, jemaah juga ada yang mengalami gatal-gatal dan kulit kering. Namun, dirinya memastikan semua jemaah dalam kondisi sehat dan tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit. Antisipasi yang dilakukan yakni dengan melakukan visitasi dan mengontrol obat dan minum oralit secara rutin.
”Jika keluar hotel kami sarankan menggunakan APD. Jika capek bisa istirahat untuk persiapan Almuzna,” tandasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri